Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional: Momentum Jaga Kekayaan Hayati Indonesia

Rabu, 5 November 2025 - 08:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INTAINEWS.id, Jakarta – Setiap tanggal 5 November, Indonesia memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), sebuah momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian keanekaragaman hayati di Tanah Air.

Peringatan ini menjadi ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mencintai, melindungi, dan menjaga keberlangsungan flora serta fauna Indonesia yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseimbangan ekosistem.

Sejarah Penetapan HCPSN

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pertama kali dicanangkan pada 10 Januari 1993 oleh Presiden Soeharto. Pencanangan tersebut dilakukan dalam rangka Upacara Peringatan Tahun Lingkungan Hidup 1993, yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam Indonesia.

Melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 5 November sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Tujuan utamanya adalah membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap flora dan fauna nusantara serta meningkatkan kepedulian terhadap konservasi alam.

Makna dan Filosofi Peringatan

HCPSN tidak sekadar simbol seremonial, melainkan representasi nyata komitmen bangsa terhadap pelestarian sumber daya alam hayati. Peringatan ini mengingatkan bahwa menjaga puspa dan satwa berarti turut menjaga keseimbangan kehidupan manusia.

Melalui momentum ini, pemerintah mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam pelestarian alam melalui tindakan sederhana—mulai dari menanam pohon, tidak memburu satwa liar, hingga mendukung program konservasi di berbagai wilayah.

Bunga dan Satwa Nasional Indonesia

Sebagai bentuk identitas ekologis bangsa, Indonesia memiliki tiga bunga nasional dan tiga satwa kebanggaan yang mencerminkan pesona alam Nusantara.

  • Bunga Nasional:
    • Melati putih (Jasminum sambac) sebagai Puspa Bangsa
    • Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai Puspa Pesona
    • Padma raksasa (Rafflesia arnoldii) sebagai Puspa Langka
  • Satwa Nasional:
    • Komodo (Varanus komodoensis) mewakili satwa darat
    • Ikan siluk merah (Scleropages formosus) mewakili satwa air
    • Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) mewakili satwa udara

Ketiganya menjadi simbol kekayaan alam Indonesia yang harus dijaga kelestariannya.

Edukasi dan Aksi Pelestarian

Dalam memperingati HCPSN, berbagai kegiatan dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat, seperti kampanye lingkungan, penanaman pohon, hingga kegiatan konservasi satwa langka.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mengajak generasi muda untuk memahami pentingnya pelestarian biodiversitas melalui edukasi dan program partisipatif.

Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga gerakan berkelanjutan untuk mencintai bumi dan menjaga masa depan ekosistem Indonesia.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Kerajaan Bintauna: Bintang Pemandu Lahirkan Nama dan Negeri Baru
Ramadhan 2026 Diprediksi Dimulai 18 Februari, Umat Siap Sambut Bulan Suci!
Belajar Langsung dari Adat: Mahasiswa Sosiologi UMK Gali Pranata Budaya Dawan
Lestarikan Sejarah dan Budaya, Bupati Bolmut Puji Generasi Muda Bintauna
Lebaran Ketupat Tak Sekadar Hidangan, Ini Makna Filosofis di Baliknya
Ramadhan: Momentum Membersihkan Hati dari Dendam, Iri, dan Kesombongan
Doa Arwah: Makna, Tata Cara, dan Keutamaannya
Makna Isra Mi’raj: Perjalanan Spiritual yang Penuh Hikmah

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 10:31

Sejarah Kerajaan Bintauna: Bintang Pemandu Lahirkan Nama dan Negeri Baru

Rabu, 5 November 2025 - 08:54

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional: Momentum Jaga Kekayaan Hayati Indonesia

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 10:31

Ramadhan 2026 Diprediksi Dimulai 18 Februari, Umat Siap Sambut Bulan Suci!

Jumat, 25 April 2025 - 12:52

Belajar Langsung dari Adat: Mahasiswa Sosiologi UMK Gali Pranata Budaya Dawan

Senin, 7 April 2025 - 23:09

Lestarikan Sejarah dan Budaya, Bupati Bolmut Puji Generasi Muda Bintauna

Berita Terbaru