PASAMAN BARAT- Teh celup telah menjadi bagian dari keseharian banyak orang, berkat kemudahannya untuk diseduh kapan saja. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa beberapa jenis kantong teh celup dapat melepaskan miliaran partikel mikroplastik ke dalam minuman saat diseduh, hal itu memunculkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap kesehatan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science & Technology mengungkapkan bahwa kantong teh berbahan plastik, seperti nilon atau polietilen tereftalat (PET), berpotensi melepaskan hingga 11,6 miliar partikel mikroplastik dan 3,1 miliar partikel nanoplastik ke dalam air panas. Partikel-partikel ini terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang dan hanya dapat terdeteksi melalui mikroskop.
Mikroplastik ini berasal dari bahan sintetis yang digunakan dalam pembuatan kantong teh. Saat kantong tersebut terpapar suhu tinggi, struktur materialnya mulai terurai dan partikel plastik terlepas ke dalam minuman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski penelitian mengenai dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia masih berlangsung, beberapa risiko potensial telah diidentifikasi:
1. Gangguan Sistem Pencernaan
Mikroplastik yang masuk ke tubuh dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa mikroplastik dapat merusak jaringan usus.
2. Paparan Zat Kimia Berbahaya
Mikroplastik dapat mengandung atau membawa zat kimia berbahaya seperti bisphenol A (BPA) dan ftalat, yang diketahui bersifat endokrin disruptor dan dapat memengaruhi hormon.
3. Efek Jangka Panjang yang Belum Diketahui
Karena penelitian mengenai mikroplastik dalam tubuh manusia baru dimulai, dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan belum sepenuhnya dipahami. Namun, beberapa ahli khawatir hal ini dapat menyebabkan peradangan kronis atau bahkan risiko kanker.
Apa Kata BPOM?
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia menyatakan bahwa sebagian besar kantong teh celup yang beredar di Indonesia dibuat dari kertas jenis kraft yang dilapisi polietilen. Lapisan ini dirancang untuk tahan panas dan tidak mudah meleleh pada suhu air mendidih. BPOM juga memastikan bahwa proses pembuatan kertas untuk kemasan pangan sudah bebas dari senyawa klorin sebagai pemutih.
Namun, konsumen tetap disarankan untuk berhati-hati, terutama jika menggunakan kantong teh berbahan plastik.
Untuk meminimalkan paparan mikroplastik saat menikmati teh, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Gunakan Teh Daun Lepas (Loose Leaf)
Hindari penggunaan kantong teh celup, terutama yang terbuat dari plastik. Teh daun lepas dapat diseduh langsung menggunakan saringan.
2. Pilih Kantong Teh Berbahan Kertas
Jika harus menggunakan teh celup, pilih kantong teh yang terbuat dari kertas tanpa lapisan plastik.
3. Hindari Perendaman Terlalu Lama
Rendam kantong teh sesuai petunjuk pada kemasan. Perendaman yang terlalu lama dapat meningkatkan pelepasan zat dari kantong teh ke dalam minuman.
4. Periksa Label Produk
Pastikan produk teh yang dibeli mencantumkan informasi bahan pada kemasan. Pilihlah yang menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan.
Meski kantong teh celup memudahkan kita menikmati secangkir teh, penting untuk memperhatikan bahan pembuatannya. Ancaman mikroplastik dari kantong teh berbahan plastik perlu diwaspadai, terutama karena dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan belum sepenuhnya diketahui. Dengan memilih alternatif yang lebih ramah lingkungan dan sehat, kita dapat menikmati teh tanpa khawatir terhadap risiko kesehatan.***
(Sumber Data :Environmental Science & Technology tahun 2019)
Penulis : Wawan S











