Jakarta – Meninggalnya Anggota DPR-RI dari Gorontalo H. Rachmat Gobel, Jumat (10/7/20206) merupakan duka mendalam bagi Gorontalo. Bahkan lebih dari itu, Gorontalo kehilangan sosok yang peduli dan bersahaja yang selama ini telah mendarmabaktikan tenaga, pikiran dan bantuan yang tak ternilai bagi kemanusiaan dan bagi kemjuan Gorontalo dan kemaslahatan rakyat di bumi Serambi Madinah.
Berbagai bentuk kepedulian almarhum selama ini untuk Gorontalo hingga kini dan ke depan, masih dapat dilihat dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat Gorontalo yang akan menjadi monumen kepedulian dan cita rasa kemanusiaan yang tinggi almarhum yang akan terus dikenang oleh masyarakat Gorontalo.
Hal itu dikatakan Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Gorontalo, Prof. Fory Armin Naway, kepada media ini, usai pemakaman almarhum H. Rachmat Gobel di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata Jakarta, Jumat 10/07/2026 sore.
Menurutnya, mendiang almarhum H. Rachmat Gobel, adalah tokoh yang tidak hanya dikenal di tataran lokal Gorontalo, tapi tokoh nasional yang telah diakui kiprah dan pengabdiannya untuk bangsa dan negara, Almarhum pernah mengemban tugas sebagai Menteri Perdagangan RI di era pemerintahan Joko Widodo periode pertama.
Lebih lanjut ia mengatakan, almarhum adalah sosok yang bersahaja, meski menjadi orang nomor satu di perusahaan raksasa elektronik Panasonic Gobel dan sudah berkiprah di tingkat nasional, namun Rachmat Gobel tetap memberikan perhatian khusus untuk kemajuan Gorontalo.
Kepeduliannya yang tinggi untuk daerah leluhurnya, Rachmat Gobel tidak henti-hentinya melahirkan dan mencetuskan berbagai konsep dan pemikiran-pemikirannya yang progresif untuk Gorontalo, mengucurkan berbagai bantuan pemberdayaan masyarakat dan kerja-kerja konkrit untuk Gorontalo.
Ketua DPW PSI yang berlatar belakang akademisi ini mengakui, ia mengenal dekat sosok Rachmat Gobel, saat almarhum ketika itu menjabat Ketua LAMAHU Jakarta di era tahun 1990-an. Kebetulan saat itu yang menjadi Sekretaris LAMAHU adalah Prof. Nelson Pomalingo suaminya yang kala itu tengah melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Jakarta.
“Saya mengetahui betul bagaimana ketulusan dan keikhalsan almarhum untuk membantu dan memberdayakan masyarakat Gorontalo serta cita-cita luhurnya yang tinggi untuk kemajuan Gorontalo” tandasnya.
Atas dedikasi dan kepeduliannya itulah, maka tidak mengherankan jika Rachmat Gobel pernah mendapatkan gelar adat (Pulanga) sebagai “Bulilango Lo Hunggia” atau putra terbaik Gorontalo yang memberi cahaya kemajuan bagi Gorontalo.
Untuk itu, selaku warga Gorontalo Prof. Fory Armin Naway menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya sosok yang menaruh kepedulian yang tinggi untuk Gorontalo. Bahkan menurutnya, Rachmat Gobel adala putra terbaik Gorontal yang menjadi kebanggaan dan teladan bagi masyarakat Gorontalo.
“Atas nama pengurus dan kader PSI di Gorontalo, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga segala bentuk pengabdian dan kepedulian almarhum untuk Gorontalo selama ini menjadi amal jariyah bagi almarhum sehingga mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin” ucap Fory dengan penuh duka mendalam.
Penulis : IB











