LIMBOTO – Ada hal menarik menjelang puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Di tengah kepastian kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah menteri, nama “Sherly” ikut menjadi perbincangan pada Senin (22/6/2026).
Bagi sebagian masyarakat Gorontalo, nama Serli tentu tidak asing di telinga. Namun kali ini, sosok yang dimaksud bukanlah Serli yang selama ini dikenal warga, melainkan Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara, yang dipastikan akan menghadiri puncak PENAS XVII di Gorontalo.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Ia mengungkapkan telah melihat tiket keberangkatan sejumlah pejabat dan kepala daerah yang akan bertolak ke Gorontalo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang gubernur tadi yang sudah pegang tiket, saya lihat Gubernur Sulawesi Selatan, Maluku, dan saya lihat tadi juga Ibu Sherly, Gubernur Maluku Utara, sudah pegang tiket,” ujar Gusnar.
Kehadiran Sherly menjadi warna tersendiri dalam gelaran PENAS XVII. Selain menjadi salah satu gubernur perempuan di Indonesia, kehadirannya menunjukkan besarnya dukungan daerah terhadap agenda nasional yang mempertemukan ribuan petani dan nelayan dari seluruh penjuru Tanah Air.
Tak hanya Sherly, Gubernur Gusnar juga memastikan bahwa hingga saat ini jadwal kunjungan Presiden Prabowo Subianto masih sesuai rencana.
“Insyaallah sampai dengan saat ini masih tetap dengan jadwal semula. Mudah-mudahan tidak ada perubahan. Tunggu besok kalau sudah datang protokol Istana. Kalau sudah datang berarti itu pertanda semakin jelas,” katanya.
Menurut Gusnar, jika Presiden kembali menginjakkan kaki di Gorontalo dalam waktu yang tidak terlalu lama setelah meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih, hal itu merupakan bentuk perhatian dan penghargaan pemerintah pusat kepada masyarakat Gorontalo.
“Belum cukup dua bulan sejak meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih, Alhamdulillah Presiden bisa datang lagi ke Gorontalo dalam rangka PENAS. Ini merupakan perwujudan kecintaan dan penghargaan Presiden kepada seluruh masyarakat Gorontalo yang menjadi tuan rumah pelaksanaan PENAS XVII Tahun 2026,” ungkapnya.
Selain Presiden, sejumlah pejabat negara juga dijadwalkan hadir, di antaranya Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian, serta Wakil Menteri Kehutanan.
Dengan hadirnya Presiden, para menteri, dan gubernur dari berbagai daerah, PENAS XVII bukan sekadar ajang silaturahmi petani dan nelayan. Lebih dari itu, Gorontalo menjadi panggung nasional yang memperlihatkan betapa pentingnya peran petani dan nelayan sebagai penjaga ketahanan pangan Indonesia.
Dan di tengah riuhnya persiapan menyambut tamu-tamu negara, nama “Sherly” pun ikut menjadi cerita menarik yang mewarnai pesta besar para petani dan nelayan di Bumi Serambi Madinah.
Penulis : IB











