Naik Hercules Demi PENAS XVII, Kisah Dua Kontingen Banyumas Jateng Ini Bikin Merinding

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GORONTALO – Semangat pantang menyerah ditunjukkan dua peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Meski sempat tertinggal pesawat saat transit di Makassar, Junaedi dan Judiono tetap berjuang agar bisa tiba di Gorontalo demi mengikuti ajang nasional tersebut.

Junaedi yang merupakan Ketua KTNA Kabupaten Banyumas bersama Judiono selaku Sekretaris KTNA Kabupaten Banyumas tergabung dalam Kontingen Jawa Tengah.

Keduanya berangkat bersama rombongan kontingen menuju Gorontalo melalui Bandara Soekarno-Hatta.

“Awalnya kami dari peserta PENAS KTNA Jawa Tengah berjumlah 16 orang. Saya, Junaedi selaku Ketua KTNA Kabupaten Banyumas, bersama Pak Judiono yang merupakan Sekretaris KTNA Kabupaten Banyumas tergabung dalam Kontingen Jawa Tengah. Kami berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 09.00 WIB menuju Gorontalo dengan transit di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,” ujar Junaedi. Kepada media ini Minggu (21/6/2026).

Namun, setibanya di Makassar, keduanya mengalami kendala yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Mereka tersesat saat mencari pintu keberangkatan menuju Gorontalo.

“Setelah turun di Makassar, kami sempat kesasar di Gate 7. Ternyata teman-teman rombongan sudah tidak ada. Kami kemudian menelepon Sekretaris KTNA Provinsi Jawa Tengah, Pak Anang. Kami langsung berlari menuju Gate 10, tetapi petugas bertanya apakah kami Pak Judiono dan Pak Junaedi. Petugas kemudian mengatakan, ‘Pesawat sudah jalan ke parkir, Pak. Sudah tidak bisa lagi’,” tuturnya.

Mendengar kabar tersebut, Junaedi mengaku dirinya dan Judiono sangat terpukul.

“Saat itu kami benar-benar hancur. Kami seperti tidak percaya karena merasa tidak bisa ikut PENAS. Kami hanya duduk di situ sekitar satu jam. Setelah itu kami menuju resepsionis Lion Air untuk mencari solusi. Namun, kami mendapat informasi bahwa penerbangan berikutnya baru tersedia pada tanggal 25 Juni,” kenangnya.

Kondisi tersebut tidak menyurutkan tekad keduanya untuk tetap menghadiri PENAS XVII yang digelar di Gorontalo. Mereka terus berupaya mencari jalan agar bisa segera menyusul peserta lainnya.

Di tengah keterbatasan situasi, Junaedi dan Judiono akhirnya mendapat kesempatan menumpangi pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara untuk melanjutkan perjalanan menuju Gorontalo.

Pilihan tersebut menjadi bukti nyata kesungguhan mereka dalam mengemban amanah sebagai peserta Kontingen Jawa Tengah.

Setelah menempuh perjalanan dengan moda transportasi alternatif tersebut, keduanya akhirnya tiba dengan selamat di Gorontalo pada Minggu, 21 Juni 2026.

“Alhamdulillah setiba di gorontalo kami di Sambut Panitia yang ramah-ramah dan selalu pantau keberadaan kita dan Dapat homestay yang bagus dan ramah” Pungkasnya.

Kisah Junaedi dan Judiono menjadi inspirasi di tengah pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Di balik hambatan perjalanan yang dihadapi, keduanya menunjukkan bahwa dedikasi dan semangat petani Indonesia tidak mudah surut oleh berbagai rintangan.

Perjalanan mereka sekaligus menggambarkan besarnya antusiasme peserta untuk mengambil bagian dalam forum nasional yang menjadi wadah silaturahmi, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia.

Pemerintah Provinsi Gorontalo selaku tuan rumah menyambut baik kedatangan seluruh peserta PENAS XVII, termasuk Junaedi dan Judiono dari Banyumas, Jawa Tengah. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan keduanya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta lainnya untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan kebersamaan.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PENAS XVII Gorontalo Jadi Berkah bagi Produk Jawa Tengah, Kopi Robusta Temanggung Laris Manis
Bayer Indonesia Perkenalkan Benih Jagung Bioteknologi Baru di PENAS XVII, Dukung Swasembada Pangan Nasiona
Direktur Utama Bulog Tegaskan Komitmen Serap 4 Juta Ton Beras untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
PERHIPTANI di PENAS KTNA XVII Rumuskan Strategi Percepat Swasembada Pangan Nasional
Wapres Gibran Resmi Buka PENAS XVII di Gorontalo, Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan Nasional
Wapres Gibran Resmi Buka PENAS XVII di Gorontalo, Bupati Sofyan Sebut Jadi Kehormatan dan Pengungkit Ekonomi Daerah
Gibran Resmi Buka PENAS XVII, Gusnar Ismail Ajak ribuan Petani-Nelayan Jaga Kedaulatan Pangan
Wapres Gibran Tunaikan Salat Jumat di Masjid Nurul Falah, Sapa Jamaah dan Bagikan Bantuan

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:24

Naik Hercules Demi PENAS XVII, Kisah Dua Kontingen Banyumas Jateng Ini Bikin Merinding

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:56

PENAS XVII Gorontalo Jadi Berkah bagi Produk Jawa Tengah, Kopi Robusta Temanggung Laris Manis

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:51

Bayer Indonesia Perkenalkan Benih Jagung Bioteknologi Baru di PENAS XVII, Dukung Swasembada Pangan Nasiona

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:19

Direktur Utama Bulog Tegaskan Komitmen Serap 4 Juta Ton Beras untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:15

PERHIPTANI di PENAS KTNA XVII Rumuskan Strategi Percepat Swasembada Pangan Nasional

Berita Terbaru