LIMBOTO – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo dimanfaatkan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Tengah sebagai ajang memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada masyarakat dari seluruh Indonesia.
Anggota KTNA Jawa Tengah, Moh Saekhu, mengatakan sejumlah produk khas Jawa Tengah dipamerkan dalam kegiatan nasional tersebut, mulai dari kopi, pangan olahan hingga produk herbal.
“Produk yang kami pamerkan yakni kopi khas Jawa Tengah, Torabika Robusta dari Temanggung, Wonosobo dan Semarang. Ada juga kopi rempah dari Kudus, stik daun kelor dari Jepara yang diproduksi oleh Nurul KTNA, serta beras merah khas produk Jawa Tengah,” ujar Moh Saekhu di lokasi PENAS XVII Gorontalo.Minggu (21/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari berbagai produk yang dipamerkan, kopi menjadi komoditas yang paling banyak diminati pengunjung.
“Yang paling laku yakni kopi. Banyak peserta dan pengunjung yang tertarik mencoba sekaligus membeli kopi khas Jawa Tengah,” katanya.
Ia mengakui, sebenarnya masih banyak produk unggulan lain yang ingin dibawa ke Gorontalo. Namun, faktor jarak dan risiko selama perjalanan membuat kontingen Jawa Tengah harus melakukan seleksi terhadap barang yang dipamerkan.
“Ada banyak produk yang rencananya kami bawa ke lokasi. Tetapi karena terkendala jarak yang jauh, hanya beberapa barang yang berisiko kecil yang bisa kami bawa ke sini,” ungkapnya.
Menurut Moh Saekhu, PENAS XVII merupakan momentum strategis untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk-produk petani kepada masyarakat luas karena dihadiri peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Harapan saya, produk-produk yang dihasilkan Jawa Tengah akan semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Karena ini acara nasional, maka kami mengambil kesempatan untuk memamerkan hasil karya dan produk unggulan petani Jawa Tengah,” tuturnya.(*)
Penulis : IB











