LIMBOTO – Bayer Indonesia kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional melalui partisipasinya pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo, 20–25 Juni 2026.
Pada ajang nasional tersebut, Bayer menghadirkan berbagai inovasi teknologi pertanian, termasuk lahan demplot sebagai bagian dari Gelar Teknologi Jagung. Melalui kegiatan ini, Bayer memperkenalkan dua varietas benih jagung bioteknologi terbaru, yakni DEKALB DK19S Cantik Pro dan DK09S Super Gaul Pro, yang untuk pertama kalinya diperkenalkan di Indonesia dan direncanakan mulai tersedia secara komersial pada tahun 2027.
Kedua varietas tersebut dikembangkan sebagai jawaban atas ancaman serius berbagai hama utama jagung, seperti Fall Armyworm (FAW) atau ulat grayak, penggerek batang, penggerek batang Asia, serta ulat tongkol yang selama ini menjadi tantangan bagi petani dalam meningkatkan produktivitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Commercial Unit Lead East Area Bayer Crop Science Indonesia, Wahyu Dwi Setiawan, menjelaskan berbagai inovasi teknologi pertanian Bayer kepada Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, usai pembukaan PENAS Petani Nelayan XVII, Sabtu (20/6). Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Agriculture Affairs dan License to Operate Lead Bayer Indonesia, Aditia Rusmawan, serta Head of Public Affairs Bayer Indonesia, Marendra Sadikin.
Melalui partisipasi dalam PENAS 2026, Bayer memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan petani dalam mendukung target swasembada jagung nasional. Hal itu juga ditunjukkan melalui kehadiran anjungan Bayer yang menjadi pusat informasi dan edukasi mengenai teknologi pertanian modern.
Usai pembukaan PENAS, Agriculture Affairs dan License to Operate Lead Bayer Indonesia, Aditia Rusmawan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Muljady D. Mario, Head of Public Affairs Bayer Indonesia, Marendra Sadikin, serta Brand Portfolio Manager Seed & Trait Bayer Indonesia, Yuana Leksana, tampak berfoto bersama di anjungan Bayer.
Tidak hanya memperkenalkan teknologi, Bayer juga memberikan pendampingan langsung kepada para petani melalui demonstrasi praktik budidaya jagung yang optimal di lahan demplot. Selama pelaksanaan PENAS, sekitar 500 petani mendapat kesempatan untuk belajar dan berdiskusi mengenai penerapan teknologi budidaya terkini.
Wahyu Dwi Setiawan bersama Marendra Sadikin bahkan turut berinteraksi dan berfoto bersama perwakilan kelompok tani yang mengikuti kegiatan di lahan demplot tersebut.
Program pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen Bayer dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian modern bagi petani lahan kecil yang selama ini menjadi tulang punggung produksi jagung nasional. Dengan dukungan inovasi benih unggul dan praktik budidaya yang tepat, Bayer berharap produktivitas petani dapat meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Penulis : Ib











