LIMBOTO— Temu Profesi Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) dalam rangka Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat peran penyuluh pertanian dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, Minggu (21/6), dihadiri para penyuluh pertanian, petani, nelayan, pelaku usaha pertanian, serta pengurus PERHIPTANI dari berbagai daerah di Indonesia.
Temu Profesi tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PERHIPTANI, Dr. Isran Noor, M.Si.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Isran Noor mengatakan PENAS KTNA merupakan agenda strategis yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali untuk mempertemukan seluruh insan pertanian Indonesia dalam satu forum besar yang produktif dan kolaboratif.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah merumuskan langkah-langkah strategis guna mendukung program prioritas pemerintah di bidang pangan.
“Seluruh organisasi profesi di bidang pertanian berkumpul untuk memperkuat sinergi dan menyatukan langkah mendukung pencapaian swasembada pangan nasional,” ujar Isran Noor.
Ia menjelaskan bahwa swasembada beras dan swasembada pangan merupakan dua hal yang berbeda. Indonesia, kata dia, telah menunjukkan capaian positif dalam swasembada beras, namun masih memiliki tantangan besar untuk mewujudkan swasembada pangan secara menyeluruh.
Karena itu, menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan pengurus wilayah PERHIPTANI Provinsi Gorontalo sebagai langkah memperkuat organisasi profesi penyuluh pertanian di daerah.
Melalui forum ini diharapkan para penyuluh pertanian dapat semakin meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, serta menghadirkan inovasi yang mampu mendukung pembangunan pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan.
Penulis : IB











