POHUWATO – Kecewa dengan masuknya alat berat jenis ekskavator, seorang warga bernama Sahmar Lahasan alias Ichsan memblokir jalan menuju lokasi tambang emas tradisional di Desa Persatuan, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, Senin (01/06).
Penutupan dilakukan dengan memasang palang kayu dan ranting pohon bertuliskan “Jalan Akses Tambang Ini Ditutup”. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes demi melindungi mata pencaharian penambang lokal.
“Dari dulu masyarakat cari makan di lokasi itu secara manual. Sekarang alat berat sudah masuk dan lokasi yang biasa digarap warga mulai berubah. Itu yang membuat banyak penambang keberatan,” kata Ichsan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengkhawatirkan keberadaan ekskavator tersebut akan menyingkirkan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas tambang tradisional.
Selain masalah alat berat, Ichsan juga menyoroti isu miring terkait dugaan transaksi lahan tambang yang melibatkan oknum PNS dan pemodal.
“Masyarakat mempertanyakan bagaimana bisa lokasi yang selama ini digarap warga tiba-tiba disebut sudah berpindah tangan. Itu yang membuat warga kecewa dan meminta penjelasan,” tambahnya.
Aksi pemblokiran ini sengaja dilakukan untuk memancing perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) agar segera turun tangan ke lapangan guna mencegah konflik berkepanjangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Persatuan maupun pihak pengelola ekskavator terkait penutupan akses dan keluhan warga tersebut.
Penulis : Yudi











