Pohuwato – Nama seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) berinisial RR menjadi sorotan warga dalam polemik aktivitas pertambangan di wilayah Desa Persatuan, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Oknum PNS tersebut diduga terlibat dalam transaksi jual-beli lokasi tambang yang kini menjadi perbincangan masyarakat setelah masuknya alat berat jenis excavator di area yang selama ini digunakan warga untuk aktivitas penambangan manual.
Warga Desa Persatuan, Sahmar Lahasan, mengungkapkan bahwa penambang tradisional merasa keberatan karena lokasi yang selama ini menjadi tempat mencari nafkah tiba-tiba diklaim telah berpindah tangan kepada pemodal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini semua gara-gara si RR. PNS tapi sembarang jual lokasi. Padahal itu tempat penambang tradisional cari makan sehari-hari,” kata Sahmar, Jum’at (28/05).
Menurut Sahmar, situasi mulai memanas setelah muncul perbedaan pendapat antara warga dan pihak yang mengklaim memiliki hak atas lokasi tersebut. Warga mengaku keberatan dengan aktivitas alat berat yang mulai beroperasi di area tambang tradisional.
“Yang kerja manual di situ banyak sekali. Sekarang alat berat masuk, lokasi sudah mulai rusak. Warga jelas keberatan,” ujarnya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun langsung ke lokasi agar persoalan tersebut tidak semakin meluas.
“Kami minta aparat turun langsung periksa di lapangan supaya jangan nanti jadi masalah besar di masyarakat,” tambahnya.
Sahmar menjelaskan, sejumlah penambang tradisional yang menyatakan keberatan di antaranya IM dan DL, SI, serta sejumlah warga lainnya yang selama ini bekerja secara manual di lokasi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut warga maupun instansi terkait mengenai polemik tersebut.
Penulis : Yudi











