IntaiNews.id, Sulut – Ketua GP Ansor Sulawesi Utara, Hamri Mokoagow, menilai kunjungan Menteri Pertahanan Republik Indonesia dan Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia ke Sulawesi Utara bukan sekadar agenda seremonial, melainkan membawa pesan strategis terkait posisi daerah dalam peta pertahanan nasional.
Menurut Hamri, kehadiran dua petinggi pertahanan tersebut menunjukkan bahwa Sulawesi Utara memiliki arti penting dalam perspektif geopolitik Indonesia, khususnya di kawasan Pasifik yang saat ini menjadi pusat perhatian dunia, baik dari sisi perdagangan maupun keamanan.
“Sulawesi Utara memiliki posisi sangat strategis sebagai pintu gerbang Indonesia di Pasifik. Ini bukan hanya soal potensi ekonomi, tetapi juga menyangkut aspek pertahanan dan keamanan nasional di tengah situasi global yang semakin dinamis dan multipolar,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, berbagai kajian geostrategi, termasuk yang pernah disampaikan oleh J.J. Ratoelangi, sejak lama telah menempatkan kawasan ini sebagai jalur penting dalam perdagangan internasional. Karena itu, perhatian pemerintah pusat dinilai sebagai peluang besar untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.
Hamri juga mengapresiasi Pemerintah Kota Kotamobagu yang dinilai mampu menunjukkan sinergi dengan pemerintah pusat dalam mendukung agenda strategis nasional melalui penyambutan kunjungan tersebut.
“Ini mencerminkan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat dalam memperkuat agenda pembangunan dan pertahanan nasional,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai Kotamobagu memiliki peran penting di kawasan Bolaang Mongondow Raya (BMR). Meski bukan wilayah pesisir, kota ini berfungsi sebagai pusat distribusi perdagangan dan memiliki potensi sumber daya yang signifikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Hamri berharap, berbagai agenda strategis nasional yang diarahkan ke Sulawesi Utara dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah BMR.
“Semoga ini membuka peluang pembangunan, memperkuat ekonomi daerah, serta meningkatkan peran Sulawesi Utara sebagai kawasan strategis Indonesia di masa depan,” tutupnya.***











