IntaiNews.id KOTAMOBAGU – Menjelang Bulan Suci Ramadhan, masyarakat di Kota Kotamobagu mengeluhkan kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram. Dalam beberapa hari terakhir, warga kesulitan mendapatkan tabung gas di pangkalan resmi maupun pengecer di sejumlah wilayah kota.
Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain karena stok LPG 3 kg cepat habis setelah distribusi. Bahkan, sebagian masyarakat terpaksa membeli dengan harga lebih tinggi di tingkat pengecer akibat terbatasnya pasokan di pangkalan resmi.
“Sudah beberapa hari ini kami cari gas di beberapa tempat, tapi selalu habis. Kalau pun ada, harganya sudah mahal,” ujar salah satu warga Kotamobagu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini terjadi saat kebutuhan gas rumah tangga meningkat menjelang Ramadhan, di mana aktivitas memasak masyarakat cenderung bertambah, baik untuk kebutuhan keluarga maupun usaha kecil seperti penjual kue dan makanan berbuka puasa. Lonjakan permintaan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan LPG 3 kg di lapangan.
Selain faktor meningkatnya kebutuhan, warga juga menyoroti dugaan distribusi yang tidak merata. Beberapa masyarakat menilai pasokan gas tidak sampai sepenuhnya ke konsumen sasaran, sehingga menimbulkan antrean dan kekosongan stok di pangkalan.
Kelangkaan LPG 3 kg menjelang Ramadhan ini berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Sejumlah pedagang makanan mengaku terpaksa mengurangi produksi bahkan menunda jualan karena tidak mendapatkan gas untuk memasak.
Pemerintah Kota Kotamobagu melalui instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah cepat, termasuk berkoordinasi dengan pihak distributor dan Pertamina untuk menambah kuota pasokan serta memperketat pengawasan distribusi di tingkat pangkalan. Langkah ini dinilai penting agar kebutuhan energi rumah tangga masyarakat tetap terpenuhi selama bulan Ramadhan.
Masyarakat pun berharap distribusi gas bersubsidi dapat berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga tidak terjadi kelangkaan berulang setiap menjelang hari besar keagamaan.(Buds)











