GOINTAINEWS.ID – Momentum doa bersama lintas agama kembali menjadi sarana mempererat persatuan dan kesatuan di Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pimpinan OPD Pemprov Gorontalo, serta tokoh lintas agama.
Dalam sambutannya, Gusnar menegaskan bahwa doa bersama bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga wujud komitmen untuk memperkuat harmoni sosial dan membangun masa depan bangsa yang lebih baik.
“Setelah doa bersama tadi, momentum yang harus kita capai yaitu untuk terus mengkokohkan persatuan dan kesatuan di kalangan kita semua, teristimewa dengan persatuan dan kesatuan tersebut mengarah ke arah yang lebih baik ketika dipandu oleh masyarakat beragama, tokoh agama dengan nilai agama yang dianut dan diimani oleh masing-masing,” ungkap Gusnar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat agar terus menumbuhkan semangat saling mendengar dan menghargai perbedaan.
“Mari kita senantiasa tumbuhkan saling mendengar dan saling mendengarkan. Dengan itu kita bisa tetap dalam satu kesatuan dalam kewaspadaan dan kita akan terus melanjutkan proses pembangunan, penyelenggaraan pembangunan, untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, lebih khusus mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera,” tuturnya.
Doa lintas agama dalam kegiatan ini dipimpin oleh perwakilan dari berbagai agama, yakni K.H. Hamdan Ladiku (Islam), Pendeta Ellen Wanney (Kristen), Suster Yohana Taroreh (Katolik), Pinandita I Komang Suarnika (Hindu), dan Waluyo Dwi Asmoro (Buddha).
Sebagai wujud kepedulian sosial, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Gorontalo juga menyerahkan sebanyak 50 paket bantuan kepada masyarakat kurang mampu.
Kegiatan doa bersama lintas agama ini diharapkan dapat terus memperkuat semangat kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Gorontalo.











