RPJMD Gorontalo Tak Sekadar Formalitas, Kritik Fraksi NasDem Bentuk Pesimisme Bangun Daerah.

Rabu, 9 Juli 2025 - 10:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Muda Gorontalo, Gunawan Rasid. (Foto: Dok. Pribadi)

Tokoh Muda Gorontalo, Gunawan Rasid. (Foto: Dok. Pribadi)

GORONTALO, INTAINEWS.ID – Kritik tajam Fraksi NasDem terhadap dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Gorontalo 2025–2029 mendapat tanggapan dari salah satu tokoh muda Gorontalo, Gunawan Rasid. Rabu (9/7/2025).

Menurutnya, kritik yang dilayangkan oleh Juru Bicara Fraksi NasDem Umar Karim dalam Sidang Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo pada 8 Juli 2025 itu terlalu simplistis dan cenderung mengabaikan konteks serta pendekatan baru dalam perencanaan pembangunan.

“Menilai dokumen RPJMD hanya dari panjang kata visi dan misi itu sama saja menilai buku dari sampulnya. Justru kekuatan RPJMD kali ini ada pada kesederhanaan bahasa yang ingin langsung dipahami rakyat, bukan jargon teknokratis yang membingungkan”, ujarnya.

Gunawan menegaskan bahwa penyusunan RPJMD tidak bisa dilihat secara hitam putih dari ukuran teknis semata, tapi harus ditempatkan dalam kerangka realpolitik pembangunan yang sedang dihadapi Gorontalo.

Ia juga menanggapi pernyataan Fraksi NasDem yang menyebut misi “Gorontalo Keluar dari Lima Provinsi Termiskin” sebagai absurd dan cacat logika, Gunawan justru menyebutnya sebagai titik kebangkitan psikologis masyarakat.

“Misi ini bukan soal siapa lebih miskin, tapi soal keinginan kuat untuk memperbaiki citra daerah dan menaikkan harga diri rakyat Gorontalo. Kalau hari ini Gorontalo keluar dari lima termiskin karena dinamika nasional, maka tugas kita adalah memastikan bahwa posisi itu tidak sekadar teknis, tapi disertai peningkatan kesejahteraan riil,” kata Gunawan.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa kritik terhadap misi tersebut terlalu normatif dan gagal membaca sisi simbolik serta psikologis pembangunan.

Gunawan juga menyayangkan penilaian Fraksi NasDem yang menyebut opini WTP dan LPPD sebagai indikator yang menyesatkan. Menurutnya, indikator tersebut tetap penting untuk mengukur kualitas tata kelola pemerintahan sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.

“Kalau keuangan daerah tidak akuntabel, bagaimana mungkin kita bicara pembangunan berkelanjutan? Kritik itu seolah mengabaikan pentingnya pemerintahan yang bersih dan efisien sebagai syarat utama pembangunan,” tegasnya.

Gunawan mengajak semua pihak, termasuk Fraksi NasDem, untuk menyampaikan kritik yang konstruktif dan menyertakan solusi. Ia menilai dokumen RPJMD saat ini adalah bentuk konsolidasi awal yang tentu akan berkembang melalui proses politik dan teknokratik di DPRD.

“Ini bukan kitab suci. RPJMD pasti akan terus disempurnakan. Tapi jangan kita mulai dengan membunuh niat baiknya hanya karena beda pandangan politik,” ujarnya.

Sebagai penutup, Gunawan menyebut RPJMD 2025–2029 adalah peluang seluruh elemen untuk ambil bagian dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Ia berharap seluruh elemen ikut mendorong substansi, bukan hanya retorika.

“Kritik boleh, tapi mari kita buktikan juga kontribusi kita. Kita jangan hanya jadi pengamat, tapi penggerak arah pembangunan daerah ini menuju Gorontalo maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Proposal Disetujui Kemensos, Bupati Sofyan Puhi Serahkan Santunan Duka kepada Ahli Waris Korban Bencana
Bupati Sofyan Puhi Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden, Wapres dan Seluruh Pihak yang Sukseskan PENAS XVII: Seminggu Serasa Ibu Kota Negara, Gorontalo Jadi Pusat Perhatian Nasional
Dari PENAS XVII Gorontalo, Prabowo Targetkan Setiap Provinsi Swasembada Pangan
Puncak PENAS XVII, Prabowo Kenang Jasa Petani dan Nelayan bagi Republik
Mendagri Tito Apresiasi Gubernur Gusnar Ismail dan Bupati Sofyan Puhi, Kolaborasi BSPS–PTSL Dinilai Brilian
Dukung Program 3 Juta Rumah, Mendagri Tito Karnavian Tinjau BSPS dan Serahkan Sertifikat PTSL di Pone
Temu Usaha Agribisnis PENAS XVII Jadi Magnet Kolaborasi, Dorong Hilirisasi dan Kemitraan Petani-Nelayan
PENAS XVII Jadi Berkah UMKM Gorontalo, Kontingen Jawa Tengah Borong Produk Lokal

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:43

Empat Proposal Disetujui Kemensos, Bupati Sofyan Puhi Serahkan Santunan Duka kepada Ahli Waris Korban Bencana

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:41

Bupati Sofyan Puhi Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden, Wapres dan Seluruh Pihak yang Sukseskan PENAS XVII: Seminggu Serasa Ibu Kota Negara, Gorontalo Jadi Pusat Perhatian Nasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:23

Puncak PENAS XVII, Prabowo Kenang Jasa Petani dan Nelayan bagi Republik

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:36

Mendagri Tito Apresiasi Gubernur Gusnar Ismail dan Bupati Sofyan Puhi, Kolaborasi BSPS–PTSL Dinilai Brilian

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:13

Dukung Program 3 Juta Rumah, Mendagri Tito Karnavian Tinjau BSPS dan Serahkan Sertifikat PTSL di Pone

Berita Terbaru