PENAS XVII Jadi Berkah UMKM Gorontalo, Kontingen Jawa Tengah Borong Produk Lokal

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GORONTALO – Di sela-sela kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026, peserta Kontingen Jawa Tengah memanfaatkan waktu luang untuk berburu berbagai produk unggulan khas Gorontalo.

Mulai dari kain dan busana Karawo hingga Kopia Karanji, semuanya menjadi incaran peserta sebagai buah tangan untuk keluarga dan kerabat di kampung halaman.

Salah seorang peserta Kontingen Jawa Tengah, Anang Purnomo, mengaku terkesan dengan kualitas dan keunikan produk-produk lokal Gorontalo. Menurutnya, berbelanja oleh-oleh khas daerah merupakan bagian dari pengalaman berharga selama mengikuti PENAS XVII di Gorontalo.

“Karawo sangat khas dan memiliki nilai seni yang tinggi. Begitu juga Kopia Karanji yang bentuknya yang unik dan cocok dijadikan oleh-oleh. Kami senang bisa membawa pulang produk-produk unggulan Gorontalo,” ujar Anang Kepada media ini Selasa (23/6/2026).

Ia menambahkan, membeli produk UMKM lokal bukan sekadar berbelanja, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha masyarakat setempat yang terus berupaya mengembangkan produk daerah.

Kehadiran ribuan peserta PENAS XVII dari berbagai provinsi di Indonesia memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi masyarakat Gorontalo.

Sejumlah sentra kerajinan Karawo, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM kuliner terlihat ramai dikunjungi peserta yang ingin membawa pulang produk khas daerah.

Meningkatnya aktivitas belanja oleh para peserta diharapkan dapat memperluas promosi produk unggulan Gorontalo ke berbagai daerah di Indonesia.

Kopia Karanji sebagai warisan budaya khas Gorontalo dan Kharawo sebagai produk busana unggulan menjadi bukti kekayaan daerah yang mampu menarik perhatian para tamu dari luar daerah.

Melalui pembelian produk-produk lokal tersebut, Kontingen Jawa Tengah tidak hanya membawa pulang kenang-kenangan dari Gorontalo, tetapi juga turut membantu memperkenalkan budaya, kerajinan, dan kuliner daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

PENAS XVII pun tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu dan inovasi di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui promosi dan pemasaran produk UMKM lokal.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tutup Rangkaian HUT RI ke-81 Limboto Barat, Sekda Sugondo Makmur Serap Aspirasi Pembangunan dan Motivasi Petani
Karnaval TK/PAUD Limboto, Ratusan Anak Gantungkan Cita-Cita Sejak Dini untuk Meneruskan Perjuangan Pahlawan
Pemkab Gorontalo dan PT Pani Gold Mine Resmikan Penggunaan Jembatan Bailey di Pulubala
SOTK Berubah, 35 Pejabat JPT Diuji: Sofyan Puhi Tekankan Profesionalisme
Kabupaten Gorontalo Jadi Percontohan Nasional, Tiga Instansi Bersinergi Beri Kepastian Hukum Tanah Wakaf
Petugas Rutin Angkut Sampah, Kesadaran Masyarakat Tetap Dibutuhkan
Haris Tome dan Maryam Sofyan Puhi Dikukuhkan, Perkuat Peran BPD dan Jaga Desa di Gorontalo
Bupati Sofyan Puhi Tinjau Langsung Latihan Paskibraka

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 03:35

Tutup Rangkaian HUT RI ke-81 Limboto Barat, Sekda Sugondo Makmur Serap Aspirasi Pembangunan dan Motivasi Petani

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:25

Karnaval TK/PAUD Limboto, Ratusan Anak Gantungkan Cita-Cita Sejak Dini untuk Meneruskan Perjuangan Pahlawan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:14

Pemkab Gorontalo dan PT Pani Gold Mine Resmikan Penggunaan Jembatan Bailey di Pulubala

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:40

SOTK Berubah, 35 Pejabat JPT Diuji: Sofyan Puhi Tekankan Profesionalisme

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:03

Kabupaten Gorontalo Jadi Percontohan Nasional, Tiga Instansi Bersinergi Beri Kepastian Hukum Tanah Wakaf

Berita Terbaru