Darurat! RUU TNI Picu Gelombang Protes di Manado, Mahasiswa Turun ke Jalan.

Kamis, 20 Maret 2025 - 20:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manado, 20 Maret 2025 – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Sulut Bergerak turun ke jalan untuk menolak pengesahan Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI). Demonstrasi berlangsung di depan Kantor DPRD Sulawesi Utara, diwarnai aksi blokade jalan, pencoretan tembok, hingga pembakaran ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai berpotensi mengancam demokrasi.

 

Sejak siang tadi, ribuan mahasiswa mulai memadati kawasan sekitar Kantor DPRD Sulut. Massa aksi memblokade ruas jalan utama, menyebabkan kemacetan panjang di beberapa titik Kota Manado. Selain itu, mereka juga membakar ban di tengah jalan sebagai simbol perlawanan terhadap revisi UU yang dianggap membuka jalan bagi militer masuk ke ranah sipil.

 

Selain blokade jalan, beberapa demonstran mencoret tembok di sekitar kantor DPRD dengan tulisan seperti “Tolak Militerisasi Sipil!”, “Kembalikan Militer ke Baraknya!”, dan “Reformasi Dikorupsi!”. Aksi vandalisme ini mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah dan DPR yang dinilai tidak mendengarkan suara rakyat dalam proses pembahasan undang-undang ini.

 

Situasi semakin memanas ketika massa berusaha menerobos barikade polisi untuk masuk ke dalam gedung DPRD. Aparat yang berjaga dengan tameng dan pentungan berusaha menghalau mereka, hingga terjadi aksi dorong-mendorong. Beberapa mahasiswa dilaporkan mengalami luka ringan akibat bentrokan ini.

 

Mahasiswa menuntut agar DPRD Sulut menyampaikan aspirasi mereka ke pemerintah pusat untuk membatalkan revisi UU TNI. Mereka berpendapat bahwa aturan baru ini dapat mengancam supremasi sipil dan kebebasan demokrasi yang telah diperjuangkan sejak reformasi 1998.

 

Salah satu orator dalam aksi tersebut menyatakan, “RUU TNI ini membuka celah bagi militer untuk kembali berkuasa dalam kehidupan sipil. Jika revisi ini disahkan, demokrasi kita dalam bahaya!”

 

Hingga sore hari, mahasiswa masih bertahan di depan gedung DPRD Sulut, menunggu perwakilan dewan untuk keluar dan memberikan sikap atas tuntutan mereka. Mereka menegaskan akan terus turun ke jalan jika revisi UU TNI tetap dipaksakan tanpa mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forkopimda Boltara Rapat Koordinasi, Bupati Tekankan Pengendalian Inflasi hingga Penataan LPG dan Tambang
Pemkab Boltara Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah 2026, Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah
Nelson Pomalingo Dipercaya Kelola Kampus dan Perkebunan di Lampung, Usung Integrasi Riset dan Energi Terbarukan
Ramadan Penuh Berkah, Kadis Perindag Viktor Asiku Salurkan Bantuan untuk Anak-anak Panti Asuhan Tombowata
Jaga Tradisi, Bupati Sofyan Puhi Apresiasi Perayaan Malam Qunut di Desa Tilote ‎
Musrenbang RKPD 2027 Boltara Resmi Dibuka, Wabup Aditya Pontoh Tekankan Sinkronisasi Aspirasi dan Kebijakan Pembangunan
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK
Bupati Sirajudin Lasena Buka Musrenbang Kecamatan 2026 Secara Virtual

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 14:35

Forkopimda Boltara Rapat Koordinasi, Bupati Tekankan Pengendalian Inflasi hingga Penataan LPG dan Tambang

Senin, 27 April 2026 - 09:43

Pemkab Boltara Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah 2026, Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:14

Nelson Pomalingo Dipercaya Kelola Kampus dan Perkebunan di Lampung, Usung Integrasi Riset dan Energi Terbarukan

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:05

Ramadan Penuh Berkah, Kadis Perindag Viktor Asiku Salurkan Bantuan untuk Anak-anak Panti Asuhan Tombowata

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:58

Jaga Tradisi, Bupati Sofyan Puhi Apresiasi Perayaan Malam Qunut di Desa Tilote ‎

Berita Terbaru