Rugikan Negara 6,6 Miliar Polres Kotamobagu Tahan Oknum Sangadi dan Kontraktor

Selasa, 7 Januari 2025 - 14:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Intainews.id, Kotamobagu – Unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Kotamobagu menahan Tersangka oknum kepala desa (Sangadi) Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow bersama seorang kontraktor, Selasa 7 Januari 2024.

Kedua tersangka ditahan terkait dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan pembuatan saluran drainase sungai Tapagale yang bersumber dari dana bantuan PT. J Resources Bolaang Mongondow tahun 2023 dan tahun 2024 yang dikelola oleh pemerintah Desa Bakan.

Pengungkapan kasus korupsi ini disampaikan langsung oleh Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, SIK, MH dihadapan awak media pada Press Conference di Mapolres Kotamobagu didampingi Kasat Resrkim AKP Agus Sumandik, SE dan Kasi Humas AKP I Dewa Dwiadnyana Senin (6/1/2025) .

Disampaikan Kapolres, HM 54 tahun yang merupakan kepala Desa Bakan ini terungkap yakni pada tahun 2021 mengajukan proposal bantuan pembangunan drainase daerah persawahan kepada PT. J Resources Bolmong dan bantuan tersebut disetujui oleh perusahaan pada tahun 2023 dengan anggaran sebesar Rp. 9.099.880.527.15 yang diberikan secara bertahap.

Dana bantuan ini masuk ke rekening desa Bakan namun dalam pelaksanaanya pemerintah desa Bakan tidak menata kegiatan tersebut dalam dokumen APBDes. Pihak pelaksana, ditunjuk oleh kepala desa tanpa melalui proses lelang sebagaimana yang telah diatur.

Akibat pekerjaan drainase sungai Tapagale tidak sesuai dengan konstruksi yang tertera dalam kontrak perjanjian, Kerugian negara yang timbul akibat tindak pidana korupsi ini sebesar Rp. 6.657.472.592.

Selain HM selaku kepala desa Bakan, Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Kotamobagu juga menahan JK (57) selaku kontraktor yang merupakan warga Desa Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

“Pasal yang disangkakan yakni pasal 2 ayat (1), pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp. 200 juta, paling banyak Rp. 1 miliar rupiah” tegas Kapolres. (**)

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tolak Alat Berat, Warga Tutup Akses Tambang Emas di Popayato Barat
Wali Kota Kotamobagu Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Harkitnas ke-118 dan Apel KORPRI di Lapangan Boki Hotinimbang
Excavator Beroperasi, Penambang Tradisional Desa Persatuan Protes ‎
Pemkot Kotamobagu Kembali Raih Opini WTP, Catatkan Prestasi 13 Kali Berturut-turut
Wawali Kotamobagu Rendy Mangkat Salat Idul Adha Bersama Warga Motoboi Kecil, Serahkan Hewan Kurban
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah
Wali Kota Kotamobagu Hadiri Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abdul Somad di Masjid Agung Baitul Makmur
Momen Hangat Ustadz Abdul Somad Bersama Keluarga Rahman Salehe di Motoboi Kecil

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 00:07

Tolak Alat Berat, Warga Tutup Akses Tambang Emas di Popayato Barat

Senin, 1 Juni 2026 - 06:28

Wali Kota Kotamobagu Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Harkitnas ke-118 dan Apel KORPRI di Lapangan Boki Hotinimbang

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:02

Excavator Beroperasi, Penambang Tradisional Desa Persatuan Protes ‎

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:32

Pemkot Kotamobagu Kembali Raih Opini WTP, Catatkan Prestasi 13 Kali Berturut-turut

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:35

Wawali Kotamobagu Rendy Mangkat Salat Idul Adha Bersama Warga Motoboi Kecil, Serahkan Hewan Kurban

Berita Terbaru