Tak Ada Perbedaan, Awal Puasa Ramadan 2025 Diperkirakan Serentak 1 Maret

Kamis, 27 Februari 2025 - 17:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1446 Hijriah pada Jumat (28/2/2025). Berdasarkan data astronomi, awal puasa diperkirakan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, yang sama dengan keputusan Muhammadiyah.

Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan 1446 H pada 1 Maret 2025 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025. Selain itu, Muhammadiyah juga menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H jatuh pada Minggu, 30 Maret 2025.

 

Sementara itu, pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) akan menentukan awal puasa Ramadan melalui sidang isbat yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag, Jakarta Pusat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat akan terdiri dari tiga tahapan: pemaparan data astronomi, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik di Indonesia, serta musyawarah dan pengambilan keputusan.

Dari perhitungan hisab, ijtimak menjelang Ramadan diperkirakan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, pukul 07.44 WIB. Ketinggian hilal di seluruh Indonesia diprediksi berada di atas ufuk, dengan kisaran antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, serta sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’. Dengan data ini, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada 1 Maret 2025, sesuai dengan keputusan Muhammadiyah.

Meski demikian, hasil hisab ini tetap akan dikonfirmasi melalui pemantauan hilal atau rukyatul hilal. Kemenag telah bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag di berbagai daerah untuk melakukan pemantauan hilal di sejumlah titik pemantauan di seluruh Indonesia.

Dengan data hisab yang sudah memenuhi syarat, Ramadan 1446 H berpotensi dimulai secara serentak pada 1 Maret 2025, tanpa adanya perbedaan antara pemerintah, NU, dan Muhammadiyah. Keputusan final akan diumumkan setelah sidang isbat pada Jumat malam.

 

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plt. Bupati Boltara Tekankan Sinkronisasi Kinerja OPD dalam Penyusunan Pohon Kinerja 2025-2029
Plt. Bupati Moh. Aditya Pontoh Serahkan SK Penjabat Sangadi Huntuk, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Masyarakat
Perubahan APBD 2026, Pemkab Boltara Sesuaikan Anggaran dengan Prioritas Masyarakat
Revitalisasi PAUD Resmi Dimulai, Bupati Boltara Letakkan Batu Pertama di TK/KB Al-Ikhlas dan Al-Hidayah
Ketua Investigasi KANNI Apresiasi Gerakan Penambang Ratatotok Bangun Infrastruktur Secara Swadaya
Dari PENAS XVII Gorontalo, Prabowo Targetkan Setiap Provinsi Swasembada Pangan
Audiensi dengan Menteri ATR/BPN, Bupati Sirajudin Dorong Percepatan RDTR dan Hilirisasi Pertanian Boltara
Tolak Alat Berat, Warga Tutup Akses Tambang Emas di Popayato Barat

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:24

Plt. Bupati Boltara Tekankan Sinkronisasi Kinerja OPD dalam Penyusunan Pohon Kinerja 2025-2029

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:33

Plt. Bupati Moh. Aditya Pontoh Serahkan SK Penjabat Sangadi Huntuk, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Masyarakat

Senin, 14 September 2026 - 16:07

Perubahan APBD 2026, Pemkab Boltara Sesuaikan Anggaran dengan Prioritas Masyarakat

Senin, 14 September 2026 - 13:10

Revitalisasi PAUD Resmi Dimulai, Bupati Boltara Letakkan Batu Pertama di TK/KB Al-Ikhlas dan Al-Hidayah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:27

Ketua Investigasi KANNI Apresiasi Gerakan Penambang Ratatotok Bangun Infrastruktur Secara Swadaya

Berita Terbaru