IPH Lampung Selatan Naik 1,34 Persen, TPID Fokus Jaga Harga dan Pasokan Beras

Kamis, 24 September 2026 - 18:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INTAINEWS.ID, LAMSEL – Kenaikan harga beras menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan setelah Indeks Perkembangan Harga (IPH) daerah itu meningkat menjadi 1,34 persen pada pekan ini, dari sebelumnya 0,93 persen pada minggu kedua September 2026.

Beras tercatat sebagai komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap kenaikan IPH, sehingga pengendalian pasokan dan distribusinya menjadi fokus Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan.

Hal tersebut dibahas dalam Rakornas Pengendalian Inflasi dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri RI dan diikuti Pemkab Lampung Selatan melalui Zoom Meeting dari Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (24/9/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan, kenaikan IPH Lampung Selatan sebesar 1,34 persen mengacu pada laporan harian perkembangan harga sejumlah komoditas yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Data tersebut menggunakan perkembangan harga di Kota Bandar Lampung sebagai daerah rujukan, mengingat kedekatan wilayahnya dengan Lampung Selatan.

“Dari 20 komoditas yang dilaporkan, ada tiga besar penyumbang indeks perkembangan harga, yaitu beras sebesar 0,61 persen, cabai rawit 0,47 persen, dan cabai merah 0,20 persen,” ujar Supriyanto.

Menurutnya, perubahan harga cabai masih relatif dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan.

Berbeda dengan itu, kenaikan harga beras perlu dicermati lebih jauh karena kontribusinya paling besar terhadap peningkatan IPH, sementara produksi beras di Kabupaten Lampung Selatan dinilai cukup baik.

“Yang perlu mendapatkan perhatian adalah beras karena memberikan andil tertinggi. Sementara produksi beras kita ini cukup bagus,” katanya

Karena itu, Pemkab Lampung Selatan akan menganalisis lebih lanjut faktor yang memengaruhi kenaikan harga beras, termasuk kemungkinan adanya hambatan dalam distribusi.

Hasil analisis tersebut diperlukan untuk menentukan bentuk intervensi yang sesuai, termasuk melalui koordinasi dengan Bulog guna menjaga ketersediaan sekaligus kelancaran distribusi beras.

“Kita perlu analisa kembali. Ini perlu ada intervensi dengan Bulog, coba nanti dibicarakan. Karena kenaikan ini ada beberapa hal, bisa juga karena kesulitan distribusi,” jelasnya.

Supriyanto menekankan bahwa kestabilan pasokan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga harga pangan.

Perangkat daerah terkait diminta memperkuat koordinasi dengan Bulog agar suplai beras tetap tersedia dan tidak terganggu di tingkat masyarakat.

“Kita harus memastikan suplai stabil. Sekali lagi teman-teman, kerja sama dengan Bulog terkait dengan kenaikan beras,” tegasnya.

Dengan kenaikan IPH sebesar 1,34 persen, Lampung Selatan saat ini berada di posisi keempat di Provinsi Lampung. Kondisi tersebut menjadi perhatian TPID agar kenaikan harga tidak berkembang menjadi tekanan yang lebih luas terhadap stabilitas harga kebutuhan masyarakat.

Selain komoditas pangan, sejumlah kelompok pengeluaran juga menunjukkan perkembangan yang perlu dipantau, antara lain makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,75 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,56 persen, serta transportasi sebesar 4,87 persen.

Pemkab Lampung Selatan melalui TPID selanjutnya akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan pasokan di lapangan.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk menjaga kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terkendali sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi di daerah.***

 

(mrs-Kmf)

Penulis : Mrs

Editor : NB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Spektakel Enam Hari dari Pesta UMKM, Atraksi Drift hingga Parade Budaya dan Night Lava Run
SPPG 3T Bandar Agung Diresmikan, Bupati Egi Dorong Layanan Gizi dan Ekonomi Lokal
Pemkab Lampung Selatan Buka Ruang Olahraga Bersama di GWH
ASN Lampung Selatan Bisa Kuliah Sambil Tetap Bekerja, Kelas Nonreguler UIMandiri Buka Jalan Tingkatkan Kompetensi  
Lampung Selatan Perkuat Sistem Respons Bencana, Kesiapsiagaan Tetap Dijaga Meski Status Anak Krakatau Turun  
Bupati Egi Buka Ruang Kolaborasi dengan PP Polri
Di Hadapan Gus Muwafiq, Bupati Egi Dorong Pesantren Jadi Benteng Akhlak Generasi Muda di Tengah Tantangan Zaman  
Pemkab Lampung Selatan Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 01:23

Spektakel Enam Hari dari Pesta UMKM, Atraksi Drift hingga Parade Budaya dan Night Lava Run

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:53

SPPG 3T Bandar Agung Diresmikan, Bupati Egi Dorong Layanan Gizi dan Ekonomi Lokal

Jumat, 25 September 2026 - 18:18

Pemkab Lampung Selatan Buka Ruang Olahraga Bersama di GWH

Kamis, 24 September 2026 - 18:14

ASN Lampung Selatan Bisa Kuliah Sambil Tetap Bekerja, Kelas Nonreguler UIMandiri Buka Jalan Tingkatkan Kompetensi  

Kamis, 24 September 2026 - 18:09

IPH Lampung Selatan Naik 1,34 Persen, TPID Fokus Jaga Harga dan Pasokan Beras

Berita Terbaru