GORONTALO– Suasana haru dan sarat makna menyelimuti perhelatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PKK dan Posyandu Tingkat Kabupaten Gorontalo.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-63, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menerima kado istimewa yang tak ternilai harganya: sebuah PIN emas bersejarah yang diserahkan langsung oleh keluarga besar mantan Bupati Gorontalo, almarhum David Bobihoe Akib. Pada Sabtu (7/11/2026).
Bukan sekadar perhiasan emas biasa, PIN tersebut merekam jejak sejarah yang mendalam. Benda itu adalah saksi bisu yang dikenakan oleh almarhum David Bobihoe saat menerima gelar kebesaran adat PulangaTa Uwa Lolahuwa—sebuah simbol penghormatan tertinggi atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membumikan pembangunan di Kabupaten Gorontalo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di hadapan para tamu undangan dan ribuan kader, istri beserta anak tercinta almarhum menyematkan langsung PIN tersebut di dada Sofyan Puhi. Sebuah transisi simbolis yang tidak hanya menyimpan memori personal keluarga, tetapi juga merepresentasikan estafet kepemimpinan, kecintaan pada daerah, dan komitmen pengabdian yang terus menyala.
Momen emosional ini turut disaksikan oleh Anggota DPD RI Dapil Gorontalo, Hj. Rahmiyati Jahja, yang semakin memperkuat nuansa kekeluargaan dalam perhelatan tersebut. Keluarga besar almarhum seolah menitipkan warisan kebaikan, menjadikan penyematan ini sebagai pengingat bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang jejak pengabdian yang diwariskan kepada generasi penerus.
Menghidupkan Kembali Mahakarya Sang Pelopor
Menariknya, penghormatan terhadap legasi David Bobihoe tidak berhenti pada penyematan PIN Pulanga. Di arena Jumbara tahun ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo secara resmi menghidupkan kembali Hymne dan Mars Kabupaten Gorontalo, dua mahakarya ciptaan almarhum yang selama ini mulai jarang terdengar.
Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa kedua lagu ini bukan sekadar pelengkap seremonial, melainkan mahakarya yang sarat akan nilai spiritual, filosofis, dan identitas sejati masyarakat Gorontalo.
“Pengaktifan kembali Hymne dan Mars ini adalah langkah nyata kita menjaga ruh dan jati diri daerah. Ke depan, dua lagu ini akan wajib dikumandangkan dalam setiap kegiatan resmi pemerintahan, mulai dari tingkat desa, kelurahan, hingga kabupaten, tepat setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya,” tegas Sofyan.
Estafet Perjuangan PKK: Dari Gema Rahmi ke Maryam Go
Kehadiran Hj. Rahmiyati Jahja dalam acara ini juga membuka lembaran memori tentang cikal bakal lahirnya gerakan Jumbara di Kabupaten Gorontalo. Pada masa kepemimpinannya sebagai Ketua TP-PKK (2005–2015), agenda besar ini dilahirkan melalui rahim program Gema Rahmi I, yang gaungnya sukses menginspirasi dan diadopsi hingga ke tingkat nasional.
Kini, tongkat estafet pemberdayaan perempuan dan ketahanan keluarga itu dipegang teguh oleh Ketua TP-PKK saat ini, Maryam Sofyan Puhi. Melalui inovasi program Maryam Go (Mari Lindungi Sayangi Anak dan Perempuan Gorontalo), semangat perlindungan dan pemberdayaan tersebut terus disempurnakan menyesuaikan tantangan zaman.
Rangkaian peristiwa hari itu mengukuhkan sebuah pesan kuat: Jumbara bukan sekadar ajang unjuk gigi atau perlombaan kader semata. Lebih dari itu, perhelatan ini telah menjelma menjadi ruang epik untuk merawat sejarah, menghargai jasa para pendahulu, sekaligus menyalakan kembali api semangat pengabdian demi kemajuan seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Penulis : IB











