Kutai Kartanegara – Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, menghadiri kegiatan Rembug dan Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-54 yang digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (20/9/2025).
Ajang tahunan ini menjadi wadah silaturahmi nasional sekaligus forum strategis bagi petani, nelayan, dan para pemangku kepentingan di sektor pertanian serta perikanan dari seluruh Indonesia.
Kehadiran Wabup Tonny mencerminkan dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Gorontalo terhadap kemajuan sektor pertanian dan perikanan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mendorong inovasi serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Wabup Tonny mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang secara konsisten digelar oleh KTNA. Menurutnya, kolaborasi lintas daerah menjadi kunci penting dalam mengembangkan teknologi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
“KTNA bukan hanya forum tukar gagasan, tetapi juga wahana untuk menampilkan produk unggulan dan inovasi pertanian dari seluruh penjuru tanah air. Harapan kami, kegiatan ini mampu memacu semangat petani dan nelayan agar semakin berkembang dan berdaya saing,” ujar Wabup Tonny.
Selain mengikuti rembug nasional, Wabup Gorontalo juga meninjau sejumlah stan expo yang menampilkan hasil pertanian, perikanan, dan produk olahan unggulan dari berbagai daerah. Ia bahkan menyempatkan diri berdialog langsung dengan peserta asal Gorontalo untuk memberikan semangat dan dorongan agar terus berinovasi.
Rembug dan Expo KTNA ke-54 ini disebut menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pelaku utama dan pelaku usaha sektor pertanian serta perikanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Di akhir kunjungan, Wabup Tonny mengungkapkan bahwa Provinsi Gorontalo akan menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan tahun 2026.
“Ini kehormatan besar bagi Gorontalo. Kami di Kabupaten Gorontalo akan bekerja maksimal agar PENAS 2026 menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian dan perikanan di Indonesia Timur,” tegasnya.
Sebagai informasi, PENAS Petani Nelayan merupakan ajang akbar yang rutin digelar setiap empat tahun. Kegiatan ini mempertemukan petani, nelayan, serta stakeholder dari seluruh Indonesia, sekaligus menjadi sarana pertukaran ilmu, teknologi, dan promosi produk unggulan daerah.
Penulis : IB










