Atraksi Budaya Mopo’omalumu Tuai Pujian di Ajang GSMS 2025

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 07:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMBOTO – Suasana pembukaan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2025 di Taman Budaya Limboto, berlangsung meriah. Jumat (17/10/2025).

Dua pelajar Gorontalo sukses mencuri perhatian penonton lewat penampilan atraksi budaya Mopo’omalumu, yang menjadi salah satu pertunjukan paling memukau malam itu.

Tarian tradisional khas Gorontalo tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan, mulai dari pejabat daerah, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga tokoh-tokoh seni dan budaya dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.

Acara GSMS 2025 secara resmi dibuka oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga eksistensi budaya lokal di tengah derasnya pengaruh budaya luar.

“Generasi muda kita makin rentan tergerus budaya luar. Tanpa penguatan identitas lokal, mereka bisa kehilangan jati diri, dan pada akhirnya keutuhan bangsa ikut terancam,” tegas Sofyan.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya pelestarian 11 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Gorontalo, seperti Kolombengi, Alikusu, hingga Dumalo, agar tidak hanya dikenal, tetapi juga diwariskan secara aktif lintas generasi.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Gorontalo berencana melakukan renovasi dua rumah adat pada tahun 2026. Sofyan telah menugaskan Sekretaris Daerah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyusun langkah strategis dalam pelestarian budaya secara menyeluruh.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sulutgo, Alan Ambo, menyebut GSMS sebagai program strategis dalam membangun regenerasi nilai-nilai budaya lokal.

“Pewarisan budaya sangat bergantung pada anak-anak sekolah. Dari merekalah seni dan tradisi bisa terus hidup dan berkembang,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, para kepala OPD, serta tokoh budaya lokal.

Beragam penampilan kolaboratif antara pelajar dan seniman profesional semakin mempertegas semangat sinergi dalam upaya pelestarian budaya daerah.

Program GSMS 2025 tidak hanya menjadi ajang ekspresi seni bagi pelajar, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga akar budaya di tengah arus globalisasi.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sofyan Puhi: PKK Harus Jadi Penggerak Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat
Tutup Rangkaian HUT RI ke-81 Limboto Barat, Sekda Sugondo Makmur Serap Aspirasi Pembangunan dan Motivasi Petani
Karnaval TK/PAUD Limboto, Ratusan Anak Gantungkan Cita-Cita Sejak Dini untuk Meneruskan Perjuangan Pahlawan
Pemkab Gorontalo dan PT Pani Gold Mine Resmikan Penggunaan Jembatan Bailey di Pulubala
SOTK Berubah, 35 Pejabat JPT Diuji: Sofyan Puhi Tekankan Profesionalisme
Kabupaten Gorontalo Jadi Percontohan Nasional, Tiga Instansi Bersinergi Beri Kepastian Hukum Tanah Wakaf
Petugas Rutin Angkut Sampah, Kesadaran Masyarakat Tetap Dibutuhkan
Haris Tome dan Maryam Sofyan Puhi Dikukuhkan, Perkuat Peran BPD dan Jaga Desa di Gorontalo

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:18

Bupati Sofyan Puhi: PKK Harus Jadi Penggerak Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 03:35

Tutup Rangkaian HUT RI ke-81 Limboto Barat, Sekda Sugondo Makmur Serap Aspirasi Pembangunan dan Motivasi Petani

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:25

Karnaval TK/PAUD Limboto, Ratusan Anak Gantungkan Cita-Cita Sejak Dini untuk Meneruskan Perjuangan Pahlawan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:14

Pemkab Gorontalo dan PT Pani Gold Mine Resmikan Penggunaan Jembatan Bailey di Pulubala

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:40

SOTK Berubah, 35 Pejabat JPT Diuji: Sofyan Puhi Tekankan Profesionalisme

Berita Terbaru