Miris, Petugas Lapas Kelas 2B Menggala Diduga Lakukan Pungli Kepada Warga Binaan

Selasa, 17 Desember 2024 - 10:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULANG BAWANG – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, diduga menjadi tempat berlangsungnya praktik pungutan liar (pungli). Modus yang digunakan adalah penyewaan alat komunikasi berupa handphone (HP) dan pengumpulan uang keamanan dari warga binaan.

Salah satu sumber terpercaya, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan melalui pesan WhatsApp kepada media bahwa warga binaan dikenakan biaya Rp1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) untuk menyewa HP.

Selain itu, mereka juga diwajibkan menyetor uang sebesar Rp3.000.000 (tiga juta rupiah) kepada kepala kamar (KEP), dengan alasan sebagai dana keamanan yang diberikan kepada petugas tertentu di dalam Rutan.

“Di sini, bang, tarikan setoran kepada kepala kamar dan biaya sewa HP sudah sangat luar biasa,” ujar narasumber tersebut kepada awak media pada Senin (16/12/2024).

Menanggapi laporan itu, sejumlah media kemudian mendatangi Rutan Kelas IIB Menggala. Kedatangan mereka diterima oleh Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Teguh. Ia mewakili Kepala Rutan, Dwi Adiyanto yang sedang tidak di tempat.

Teguh menyatakan akan melaporkan informasi tersebut kepada Ka Rutan untuk ditindaklanjuti.

“Kami akan telusuri laporan ini. Informasi dari rekan-rekan media segera saya sampaikan ke Kepala Rutan,” ujar Teguh singkat.

Namun  penjelasan yang diberikan Teguh terkait dugaan penyewaan HP senilai Rp1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dan setoran Rp3.000.000 (tiga juta rupiah) per bulan dari warga binaan terkesan kurang terbuka.

Media massa mendesak aparat penegak hukum (APH) di Kabupaten Tulang Bawang untuk segera bertindak. Mereka juga meminta Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Lampung mengawasi dan memberikan sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran.

Aturan Kementerian Hukum dan HAM menyatakan bahwa pelayanan kepada warga binaan harus bebas pungutan. Segala bentuk pungutan, baik kepada narapidana maupun keluarganya adalah melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi berat.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat  Lembaga Pemasyarakatan yang seharusnya menjadi benteng terakhir penegakan hukum, malah menjadi sarang dari praktik yang mencederai hukum.**

Penulis : TIM

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Lampung Selatan Dilantik sebagai Wakil Ketua Umum Aspeksindo 2025–2030
Pemkab Lampung Selatan Ikuti Penilaian Creative Financing 2026
Pemkab Lampung Selatan Gandeng PGN, Dorong Kemandirian Energi Lewat Pengembangan Infrastruktur Gas
Torehkan Prestasi Nasional, Perumda Tirta Jasa Lamsel Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 4
Air Mata Haru Ibu Tiga Anak Penderita Thalasemia Saat Dikunjungi Zita Anjani
Bupati Egi Apresiasi Harmoni Umat Beragama di Lampung Selatan
150 Pelajar SDN 3 Way Urang Kini Miliki Rekening, Pemkab Lampung Selatan Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Bupati Radityo Egi Pratama Temui Aji, Korban Calo Kapal Ikan yang Pulang Penuh Luka

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 12:59

Bupati Lampung Selatan Dilantik sebagai Wakil Ketua Umum Aspeksindo 2025–2030

Selasa, 14 April 2026 - 10:37

Pemkab Lampung Selatan Ikuti Penilaian Creative Financing 2026

Selasa, 14 April 2026 - 10:34

Pemkab Lampung Selatan Gandeng PGN, Dorong Kemandirian Energi Lewat Pengembangan Infrastruktur Gas

Senin, 13 April 2026 - 17:49

Torehkan Prestasi Nasional, Perumda Tirta Jasa Lamsel Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 4

Jumat, 10 April 2026 - 11:41

Air Mata Haru Ibu Tiga Anak Penderita Thalasemia Saat Dikunjungi Zita Anjani

Berita Terbaru