LIMBOTO – Pemerintahan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Wakil Bupati Tonyy Junus menabuh genderang restorasi ekonomi daerah. Pasangan dengan jargon ST12 ini memastikan UMKM menjadi poros utama kebangkitan ekonomi Kabupaten Gorontalo pada 2026, dengan menggelontorkan anggaran fantastis Rp16 miliar yang telah disiapkan secara khusus.
Langkah ini menandai keberpihakan nyata pemerintah daerah kepada ekonomi rakyat. Bukan sekadar janji, anggaran tersebut dipastikan menyentuh langsung pelaku usaha kecil dari hulu hingga hilir—mulai dari permodalan, perluasan pasar, hingga pendampingan usaha berkelanjutan.
Bupati Sofyan Puhi menegaskan, kebijakan ini dirancang untuk menjangkau seluruh spektrum pelaku UMKM. “Ada yang butuh modal, kami siapkan. Ada yang sudah berusaha tapi tidak punya pasar, kami bukakan aksesnya. Ada yang pasarnya sudah ada namun terbatas, kami perluas. Bahkan yang baru punya semangat pun tidak akan kami biarkan berjalan sendiri,” tegas Sofyan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, setiap jenis usaha akan mendapatkan perlakuan berbeda sesuai kebutuhan riil di lapangan. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema solusi komprehensif agar bantuan yang diberikan benar-benar produktif dan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Program pengembangan UMKM ini menjadi ikon kebijakan ST12 dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berdaya saing. Dengan kekuatan anggaran dan komitmen yang kuat, Pemkab Gorontalo optimistis UMKM akan menjadi mesin utama penciptaan lapangan kerja sekaligus tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Sofyan Puhi pada Senin (15/12), sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa 2026 akan menjadi tahun kebangkitan UMKM Kabupaten Gorontalo di bawah kepemimpinan ST12.
Penulis : IB











