Jakarta – Tidak semua keluhan fisik muncul akibat penyakit atau cedera. Ada kalanya rasa sakit justru dipicu oleh kondisi psikologis seseorang. Fenomena inilah yang dikenal dengan istilah psikosomatik, sebuah kondisi ketika pikiran atau emosi memengaruhi tubuh hingga menimbulkan gejala yang nyata.
Psikosomatik berasal dari gabungan kata psyche (jiwa/pikiran) dan soma (tubuh). Artinya, gangguan ini merupakan masalah kesehatan fisik yang berkaitan erat dengan kondisi mental.
Gejala yang Sering Dialami
Penderitanya bisa mengalami berbagai keluhan fisik meskipun pemeriksaan medis tidak selalu menemukan penyebab yang jelas. Beberapa di antaranya meliputi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Nyeri perut atau ulu hati
- Sakit kepala
- Pegal di pinggang
- Mudah merasa lelah
- Sesak napas
- Jantung berdebar
- Nyeri dada
- Otot kaku atau nyeri
- Gemetar dan telapak tangan berkeringat
Selain itu, psikosomatik juga dapat memperburuk penyakit yang memang sudah ada, seperti maag, eksim, psoriasis, tekanan darah tinggi, hingga gangguan jantung.
Faktor Pemicu
Gejala umumnya muncul ketika seseorang menghadapi stres, tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau beban pikiran yang berat. Rasa cemas berlebihan membuat penderita semakin yakin bahwa dirinya sakit parah, padahal gejala fisiknya sering kali tidak terlalu serius.
Penanganan Psikosomatik
Ahli kesehatan menekankan bahwa penanganan psikosomatik tidak cukup hanya dengan mengobati keluhan fisiknya saja. Setelah gejala mereda, pasien biasanya perlu menjalani terapi psikologis untuk mengatasi sumber masalah dari sisi mental.
Salah satu metode yang kerap digunakan adalah terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT). Terapi ini bertujuan melatih cara berpikir dan merespons stres, sehingga keluhan fisik bisa berkurang. Dalam beberapa kasus, pasien juga bisa dirujuk ke psikiater untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut.
Pentingnya Kesadaran Dini
Mengabaikan psikosomatik dapat membuat kualitas hidup menurun. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejalanya sejak awal. Kombinasi gaya hidup sehat, manajemen stres, serta dukungan medis dan psikologis diyakini dapat membantu penderita menjalani hidup dengan lebih baik.
Penulis : IB











