Psikosomatik: Saat Pikiran Menyerang Tubuh, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Minggu, 7 September 2025 - 17:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Tidak semua keluhan fisik muncul akibat penyakit atau cedera. Ada kalanya rasa sakit justru dipicu oleh kondisi psikologis seseorang. Fenomena inilah yang dikenal dengan istilah psikosomatik, sebuah kondisi ketika pikiran atau emosi memengaruhi tubuh hingga menimbulkan gejala yang nyata.

Psikosomatik berasal dari gabungan kata psyche (jiwa/pikiran) dan soma (tubuh). Artinya, gangguan ini merupakan masalah kesehatan fisik yang berkaitan erat dengan kondisi mental.

Gejala yang Sering Dialami

Penderitanya bisa mengalami berbagai keluhan fisik meskipun pemeriksaan medis tidak selalu menemukan penyebab yang jelas. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Nyeri perut atau ulu hati
  • Sakit kepala
  • Pegal di pinggang
  • Mudah merasa lelah
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar
  • Nyeri dada
  • Otot kaku atau nyeri
  • Gemetar dan telapak tangan berkeringat

Selain itu, psikosomatik juga dapat memperburuk penyakit yang memang sudah ada, seperti maag, eksim, psoriasis, tekanan darah tinggi, hingga gangguan jantung.

Faktor Pemicu

Gejala umumnya muncul ketika seseorang menghadapi stres, tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau beban pikiran yang berat. Rasa cemas berlebihan membuat penderita semakin yakin bahwa dirinya sakit parah, padahal gejala fisiknya sering kali tidak terlalu serius.

Penanganan Psikosomatik

Ahli kesehatan menekankan bahwa penanganan psikosomatik tidak cukup hanya dengan mengobati keluhan fisiknya saja. Setelah gejala mereda, pasien biasanya perlu menjalani terapi psikologis untuk mengatasi sumber masalah dari sisi mental.

Salah satu metode yang kerap digunakan adalah terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT). Terapi ini bertujuan melatih cara berpikir dan merespons stres, sehingga keluhan fisik bisa berkurang. Dalam beberapa kasus, pasien juga bisa dirujuk ke psikiater untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut.

Pentingnya Kesadaran Dini

Mengabaikan psikosomatik dapat membuat kualitas hidup menurun. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejalanya sejak awal. Kombinasi gaya hidup sehat, manajemen stres, serta dukungan medis dan psikologis diyakini dapat membantu penderita menjalani hidup dengan lebih baik.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

7 Minuman Pengganti Kopi di Pagi Hari yang Bantu Turunkan Berat Badan
Air Garam, Obat Sederhana dengan Segudang Manfaat Kesehatan
Desa Tuntung Sabet Sejumlah Penghargaan Bergengsi di Peringatan HKN ke-61
Bupati Sirajuddin Lasena Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 di Boltara
Diana Pungky Ungkap Rahasia Awet Muda di Usia 51 Tahun: “Aku Cuma Rajin Perawatan, Bukan Oplas
Pemerintah Siapkan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Mulai 2026, Target Aturan Rampung November 2025
Vitamin untuk Lansia Bantu Jaga Kesehatan dan Kebugaran di Usia Senja
RSUD Mayjen H.A. Thalib Terus Berbenah, Tegakkan Semangat 3S dan Nilai Pancasila

Berita Terkait

Selasa, 18 November 2025 - 13:51

7 Minuman Pengganti Kopi di Pagi Hari yang Bantu Turunkan Berat Badan

Minggu, 16 November 2025 - 08:02

Air Garam, Obat Sederhana dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Rabu, 12 November 2025 - 15:40

Desa Tuntung Sabet Sejumlah Penghargaan Bergengsi di Peringatan HKN ke-61

Rabu, 12 November 2025 - 09:38

Bupati Sirajuddin Lasena Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 di Boltara

Jumat, 7 November 2025 - 08:57

Diana Pungky Ungkap Rahasia Awet Muda di Usia 51 Tahun: “Aku Cuma Rajin Perawatan, Bukan Oplas

Berita Terbaru