Ratusan Ribu Warga Pemalang Terancam Kehilangan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INTAINEWS.id- Rencana Pemerintah Kabupaten Pemalang menonaktifkan sebanyak 186.990 jiwa penerima bantuan layanan kesehatan membuat keresahan sosial di kalangan warga, Pasalnya disaat ekonomi Masyarakat kecil sedang sulit dan lonjakan kebutuhan pokok terus merangkak, masalah layanan kesehatan gratis bagi warga sangat dibutuhkan,

Diyah ( 30 ) Seorang warga Petarukan ketika dikonfirmasi terkait rencana penghapusan kuota layanan kesehatan gratis bagi ratusan ribu warga Pemalang tersebut mengatakan, jika mestinya Pemerintah lebih menomer satukan layanan kesehatan gratis bagi warganya dibandingkan dengan masalah lain,

“Untuk apa jalan -jalan dibuat bagus, sememtara warga miskin seperti saya berobat mahal di rumah sakit harus bayar?,” ungkapnya dengan wajah penuh haru.

Data dari Dinsos Pemalang mencatat hingga Januari 2026 jumlah warga yang dinonaktifkan dari kepesertaan bantuan iuran ( PBI ) jaminan kesehatan Nasional (JKN) sekitar 186.990 jiwa,dari jumlah kepesertaan 292.765 jiwa sebelumnya.

Menurut Nina Min Lusiyati Penyuluh Sosial Ahli Muda Pada Kantor Dinas Sosial KBBP Kabupaten Pemalang, pencoretan ini dilakukan pemerintah pusat melalui BPJS  Kesehatan, dengan alasan yang cukup kompleks.

“Jadik yang dapat layanan UHC itu harus Desil (metode pengelompokan tingkat kesejahteraan ekonomi penduduk yang digunakan Pemerintah untuk menentukan kelayakan penerima bantuan jaminan kesehatan)1- 5,” ungkapnya, Saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Selasa ( 6/1).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, persyaratan bagi warga penerima layanan kesehatan gratis disamping tingkat perekonomian sebagai acuan penerima layanan kesehatan gratis,juga ada beberapa persyaratan lainya.

“Desil atau rangking komponennya adalah dari DTKS ( Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), kemudian kemiskinan ektrim lalu registrasi sosial ekonom,3 komponen itu menjadi dasar untuk penerbitan Desil,” tambah Nina.

Warga Masyarakat yang bisa mendapatkan program layanan kesehatan gratis dari Pemerintah, adalah yang masuk Desil 1-5,

“‘Jadi di luar Desil 1-5 tidak ada fasilitas program layanan kesehatan gratis dari dari pemerintah,” tutupnya .

Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Pemalang Wiji Mulyati ketika dikonfirmasi, belum memberikan jawaban,

“Nanti ya konfirmasinya,” katanya Singkat.

Rencana dihapuskanya ratusan ribu warga kabupaten Pemalang penerima layanan kesehatan gratis , apakah sebuah indikator peningkatan ekonomi atau kwalitas hidup warga,atau Pemerintah setempat abai mementingkan hak layanan kesehatan gratis bagi warganya? *( Ragil)*

Penulis : Ragil

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Waktu Buka Puasa Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Pemalang
OTT Bupati Pekalongan Diduga Terkait Pengadaan Barang dan Jasa
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK
Jelang Buka Puasa, Deretan Rumah dan Kios Pedagang di Terjang Angin Puting Beliung
Diduga Jatuh di Tebing Sungai,Wanita Lanjut Usia Ditemukan Tewas
Jelang Ramadhan Yayasan Amal Bhakti Cibelok Pemalang Gelar Peringatan Isro Mi’raj
Puncak Musim Rambutan,Omzet Pedagang di Pemalang Tembus Belasan Juta Setiap Hari
Tak Lekang Oleh Zaman,Sepeda Antik Terus Dikenalkan Oleh Kosti Pemalang

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:29

Jelang Waktu Buka Puasa Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Pemalang

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:59

OTT Bupati Pekalongan Diduga Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:36

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK

Jumat, 20 Februari 2026 - 03:45

Jelang Buka Puasa, Deretan Rumah dan Kios Pedagang di Terjang Angin Puting Beliung

Minggu, 8 Februari 2026 - 23:41

Diduga Jatuh di Tebing Sungai,Wanita Lanjut Usia Ditemukan Tewas

Berita Terbaru