LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyalakan mesin baru pemulihan ekonomi rakyat di awal tahun 2026. Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menggelar pertemuan maraton bersama pimpinan dan jajaran 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis di ruang Dulohupa, Kantor Bupati, Senin (5/1/2026).
Fokus utama pertemuan tersebut ialah memastikan penyerapan anggaran hampir Rp16 miliar agar tepat sasaran untuk membangkitkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah ini menjadi penanda dimulainya era Restorasi Ekonomi Rakyat, di mana UMKM ditetapkan sebagai poros utama pertumbuhan ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anggaran ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah peluru untuk memperkuat modal usaha, membuka akses pasar, dan mendampingi pelaku usaha dari hulu ke hilir,” tegas Bupati Sofyan seperti dikutip dari situs resmi Pemkab Gorontalo, Selasa (6/1/2026).
Ia menambahkan, intervensi pemerintah tahun ini harus lebih personal dan disesuaikan dengan kebutuhan riil tiap pelaku usaha.
“Kami tidak ingin ada pelaku usaha yang berjalan sendiri. Yang butuh modal, kami siapkan. Yang sudah punya produk tapi bingung menjualnya, kami bukakan akses pasarnya. Bahkan yang baru punya semangat pun akan kami rangkul,” ujarnya.
Untuk menjamin transparansi dan efektivitas program, rapat tersebut difokuskan pada pemantapan Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan kegiatan di tiap OPD. Bupati memberikan tenggat waktu hanya satu hingga dua hari agar Juknis selesai dan siap dieksekusi.
Ia juga menetapkan empat syarat utama dalam penyusunan Juknis:
1.Sasaran program harus jelas
2.Kriteria penerima tidak boleh tumpang tindih.
3. Jadwal pelaksanaan harus terukur.
4 .Sistem evaluasi wajib akuntabel.
Dua belas OPD yang dikomandoi langsung oleh Bupati mencakup lintas sektor — mulai dari Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Pertanian, Peternakan, Perikanan, hingga Pariwisata.
Sinergi lintas dinas ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh, menjadikan Kabupaten Gorontalo sebagai lumbung ekonomi kreatif yang mandiri dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.
Penulis : IB









