Limboto Integrasikan Rembuk Stunting dan Pra-Musrenbang Kelurahan, Fokus Percepatan Penurunan Stunting 2026–2027

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limboto – Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, melaksanakan dua agenda strategis secara terintegrasi melalui kegiatan Rembuk Stunting dan Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) Kelurahan, yang dipusatkan di Aula Kantor Lurah Hepuhulawa, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor dalam menyusun perencanaan program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting di tingkat kelurahan.

Koordinator Wilayah KB Kecamatan Limboto, Abdul Rahman Nango, menjelaskan bahwa rembuk stunting menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus merancang program pencegahan stunting yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Kami merancang berbagai program, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan, yang berfokus pada pencegahan stunting. Meskipun kelurahan tidak memiliki anggaran desa, paling tidak pemanfaatan DAU SG dapat diarahkan untuk meningkatkan kualitas keluarga di Kecamatan Limboto,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Keluarga Risiko Stunting (KRS), jumlah keluarga berisiko stunting di Kecamatan Limboto menunjukkan penurunan signifikan. Pada tahun 2024 tercatat sekitar 1.300 keluarga, kemudian menurun pada tahun 2025, dan kembali berkurang menjadi kurang dari 700 keluarga pada tahun 2026.

“Ini menunjukkan bahwa program-program yang dijalankan sepanjang tahun 2025 benar-benar fokus dan berdampak pada penurunan stunting. Bahkan, Kecamatan Limboto menjadi satu-satunya kecamatan yang memiliki banyak inovasi hingga ke tingkat kelurahan dalam upaya percepatan penurunan stunting,” tambahnya.

Abdul Rahman berharap, pada tahun 2026 hingga 2027, geliat dan intensitas program penanganan stunting dapat terus ditingkatkan, khususnya melalui pendekatan pemberdayaan keluarga.

Pada kesempatan tersebut, rembuk stunting juga menjadi ajang evaluasi kinerja Tim Pendamping Keluarga (TPK). Ia menyebutkan capaian Kecamatan Limboto telah mencapai 100 persen pendampingan, meliputi calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, serta bayi dan balita.

Namun demikian, masih terdapat tiga indikator prioritas penyebab stunting berdasarkan data KRS yang perlu mendapat perhatian serius, yakni kepemilikan jamban yang masih rendah, dan penggunaan air bersih yang belum merata di beberapa kelurahan, serta faktor 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering, dan terlalu banyak).

“Ini yang harus kita intervensi bersama melalui program jambanisasi, penyediaan bantuan air bersih, serta edukasi berkelanjutan terkait risiko 4T. Jika ini digerakkan secara konsisten, saya yakin jumlah keluarga berisiko stunting akan terus menurun,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar perencanaan DAU SG untuk 14 kelurahan pada tahun 2027 lebih diarahkan pada program pemberdayaan, seperti jambanisasi, air bersih, serta pemberian bantuan natura bagi keluarga berisiko stunting.

Di sisi lain, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gorontalo terus mendorong sosialisasi dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penguatan peran pendamping keluarga.

Sementara itu, Pelaksana Harian Lurah Hepuhulawa, Saiful R. Pakaya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan terintegrasi tersebut. Menurutnya, Pra-Musrenbang dan Rembuk Stunting merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas perencanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya dalam menyusun perencanaan program yang matang untuk tahun 2027, termasuk program percepatan penurunan stunting. Kami juga mengusulkan kembali beberapa program tahun sebelumnya yang belum terakomodir,” ungkapnya.

Adapun usulan prioritas Kelurahan Hepuhulawa antara lain pembangunan jalan tani di Lingkungan I, serta pengembangan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) berupa pemberdayaan masyarakat melalui usaha perbengkelan dan tambal ban.

“Program ini sangat menjanjikan dan berjangka panjang, mengingat Kelurahan Hepuhulawa belum memiliki usaha tambal ban, sementara letak wilayah kami berada di jalur protokol yang sangat potensial. Kami berharap program ini dapat tercover melalui kolaborasi dan dukungan pemerintah kecamatan,” pungkasnya.

Ia menegaskan, Kelurahan Hepuhulawa siap berkolaborasi dan mendukung penuh pembangunan daerah, baik di tingkat kecamatan maupun Kabupaten Gorontalo.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sofyan Puhi: PKK Harus Jadi Penggerak Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat
Tutup Rangkaian HUT RI ke-81 Limboto Barat, Sekda Sugondo Makmur Serap Aspirasi Pembangunan dan Motivasi Petani
Karnaval TK/PAUD Limboto, Ratusan Anak Gantungkan Cita-Cita Sejak Dini untuk Meneruskan Perjuangan Pahlawan
Pemkab Gorontalo dan PT Pani Gold Mine Resmikan Penggunaan Jembatan Bailey di Pulubala
SOTK Berubah, 35 Pejabat JPT Diuji: Sofyan Puhi Tekankan Profesionalisme
Kabupaten Gorontalo Jadi Percontohan Nasional, Tiga Instansi Bersinergi Beri Kepastian Hukum Tanah Wakaf
Petugas Rutin Angkut Sampah, Kesadaran Masyarakat Tetap Dibutuhkan
Haris Tome dan Maryam Sofyan Puhi Dikukuhkan, Perkuat Peran BPD dan Jaga Desa di Gorontalo

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:18

Bupati Sofyan Puhi: PKK Harus Jadi Penggerak Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 03:35

Tutup Rangkaian HUT RI ke-81 Limboto Barat, Sekda Sugondo Makmur Serap Aspirasi Pembangunan dan Motivasi Petani

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:25

Karnaval TK/PAUD Limboto, Ratusan Anak Gantungkan Cita-Cita Sejak Dini untuk Meneruskan Perjuangan Pahlawan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:14

Pemkab Gorontalo dan PT Pani Gold Mine Resmikan Penggunaan Jembatan Bailey di Pulubala

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:40

SOTK Berubah, 35 Pejabat JPT Diuji: Sofyan Puhi Tekankan Profesionalisme

Berita Terbaru