Limboto – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo merilis perkembangan inflasi Februari 2026 yang tercatat sebesar 0,68 persen secara month to month (mtm) dan 5,21 persen secara year on year (yoy). Di tengah dinamika harga, ekonomi Kabupaten Gorontalo justru menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin menguat.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Gorontalo, Dr. Suparno, S.ST., S.E., M.Si., menjelaskan bahwa inflasi year on year 5,21 persen dipengaruhi terutama oleh penyesuaian tarif listrik yang kembali normal setelah periode diskon pada Januari–Februari 2025.
“Tahun lalu ada kebijakan diskon tarif listrik 50 persen bagi pelanggan 450 hingga 2.200 VA. Tahun ini tarif sudah kembali ke kondisi normal, sehingga secara statistik terlihat meningkat bila dibandingkan dengan periode diskon,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain faktor listrik, inflasi turut dipengaruhi kenaikan harga komoditas pangan seperti ikan selar, ikan cakalang, ikan layang, serta bawang merah. Komoditas tersebut memberi andil signifikan terhadap pembentukan inflasi Februari 2026.
Meski demikian, kondisi ini dinilai masih dalam koridor yang terkendali dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama Ramadan dan menjelang Idulfitri yang secara historis meningkatkan permintaan bahan pokok.
BPS juga mengingatkan adanya potensi tambahan tekanan inflasi pada Maret, termasuk dari rencana penyesuaian tarif PDAM. Karena itu, sinergi pengendalian harga dan menjaga ketersediaan pasokan menjadi kunci stabilitas ekonomi daerah.
Ekonomi 2025 Tumbuh Lebih Kuat
Di sisi lain, kinerja ekonomi Kabupaten Gorontalo menunjukkan capaian yang menggembirakan. Berdasarkan rilis BPS pada 2 Maret 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gorontalo tahun 2025 tercatat sebesar 5,35 persen, meningkat dibanding tahun 2024 yang sebesar 4,9 persen.
Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah sektor strategis. Sektor transportasi dan pergudangan tumbuh signifikan sebesar 11,86 persen, sementara sektor real estate dan perumahan meningkat 8,92 persen. Beberapa sektor lainnya juga mengalami pertumbuhan positif, meski dalam skala moderat.
Secara struktur, perekonomian Kabupaten Gorontalo masih didominasi sektor pertanian dengan kontribusi sekitar 38 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Artinya, lebih dari sepertiga ekonomi daerah ditopang oleh sektor ini.
Tak hanya itu, Kabupaten Gorontalo tercatat sebagai salah satu penyumbang terbesar perekonomian di Provinsi Gorontalo, dengan kontribusi hampir sepertiga terhadap total ekonomi provinsi. Posisi ini menegaskan peran strategis Kabupaten Gorontalo sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Arah Strategis: Hilirisasi dan Penguatan Industri
Ke depan, tantangan sekaligus peluang terbesar terletak pada transformasi ekonomi. Ketergantungan pada sektor pertanian perlu diperkuat melalui hilirisasi dan pengembangan sektor industri serta perdagangan.
Penguatan sektor industri dinilai menjadi langkah strategis karena merupakan kelanjutan dari sektor pertanian. Dengan adanya pengolahan hasil pertanian di dalam daerah, nilai tambah akan meningkat, lapangan kerja terbuka lebih luas, dan pertumbuhan ekonomi akan semakin berkualitas.
Momentum pertumbuhan 5,35 persen ini menjadi fondasi penting bagi Kabupaten Gorontalo untuk menarik investasi, memperluas basis industri, serta mendorong diversifikasi ekonomi agar tidak hanya bertumpu pada sektor primer.
Dengan sinergi pengendalian inflasi dan strategi penguatan struktur ekonomi, Kabupaten Gorontalo optimistis mampu menjaga stabilitas sekaligus mempercepat laju pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis : Ib











