Sengketa Lahan Perkebunan di Buyat Barat, Belum Temui Titik Temu

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOLTIM, INTAINEWS.ID – Lahan perkebunan rintisan di Desa Buyat Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang telah dibuka dan dikelola puluhan tahun, kini menjadi objek klaim oleh pihak lain. Sengketa tersebut melibatkan Basri Ismail dan Jemmy Nano.

Basri Ismail mengungkapkan bahwa dirinya memiliki dokumen resmi dari pemerintah setempat sebagai bukti kepemilikan areal perkebunan tersebut.

Selain surat, ia juga menegaskan telah lebih dahulu merintis lahan dengan menanam berbagai jenis tanaman yang hingga kini masih tumbuh, serta membangun gubuk yang masih ditempatinya

Meski lahannya diklaim oleh Jemmy Nano, Basri mengaku tetap tenang dan mempersilakan pihak yang mengklaim untuk membuktikan haknya secara sah.

“Silakan mengklaim, tapi buktikan dengan surat dan riwayat rintisan. Saya siap,” ujar Basri, Rabu, (3/2/2026).

Persoalan tersebut sempat dimediasi dalam sebuah pertemuan yang menghadirkan seluruh pihak terkait.

Hadir dalam pertemuan itu Basri Ismail bersama istri, Jemmy Nano, serta tokoh masyarakat Desa Buyat, Ivan Paputungan.

Basri menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut ia mampu menunjukkan berbagai dokumen kepemilikan serta bukti fisik rintisan.

Sementara Jemmy Nano, menurutnya, tidak dapat menunjukkan surat maupun bukti tertulis yang mendukung klaim atas lahan yang disengketakan.

Meski demikian, Basri justru menunjukkan sikap terbuka dan beritikad baik. Ia menyatakan kesediaannya untuk memberikan lahan seluas tiga hektare kepada Jemmy Nano, meski tanpa adanya dokumen kepemilikan dari pihak yang bersangkutan.

“Bagi saya, lahan bukan persoalan besar. Kita ini keluarga. Saya ikhlas memberikan tiga hektare meskipun tidak ada surat dari pihak yang mengklaim,” ungkapnya.

Namun niat baik tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Basri mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu, Jemmy Nano justru meminta agar dirinya mengakui seluruh lahan perkebunan seluas kurang lebih delapan hektare sebagai milik Jemmy Nano.

“Saya kaget mendengarnya. Padahal saya sudah beritikad baik,” kata Basri.

Ia menegaskan bahwa dirinya telah menunjukkan semua dokumen kepemilikan yang sah.

Menurutnya, secara logika sederhana, seseorang yang pernah merintis lahan tentu mengetahui batas-batas wilayah, jenis tanaman yang ditanam, serta memiliki bukti pendukung.

“Kalau memang pernah merintis, apa yang ditanam? Mana batas arealnya? Mana suratnya? Saya tidak mempersoalkan, saya ingin aman-aman saja. Saya ikhlas memberikan tiga hektare,” tegasnya.

Menyangkut klaim kepemilikan lahan yang terus berlanjut, Basri menegaskan bahwa dirinya mempersilakan jika persoalan tersebut ingin ditempuh melalui jalur hukum.

“Silakan jika ingin mempermasalahkan hak kepemilikan lahan saya. Itu hak anda. Tapi jika tidak bisa dibuktikan dan saya merasa dirugikan, saya juga punya hak yang sama di mata hukum, apalagi jika ada upaya rekayasa surat,” tandasnya.

Hingga kini, sengketa klaim lahan perkebunan di Desa Buyat Barat tersebut belum menemukan titik temu, dan diharapkan dapat diselesaikan secara baik-baik melalui musyawarah dan kekeluargaan.***

Penulis : NB

Editor : NB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahman Salehe Melayat ke Rumah Duka Anak Bapak Michael Nong Pakasi, Sampaikan Belasungkawa Mendalam
Ketua Panitia Kurban Non-Muslim di Bulawan II, Rahman Salehe Tunjukkan Nilai Toleransi di Hari Raya Idul Adha
Ketua DPC PKB Boltim Uwan Lahati Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Doakan Jamaah Haji Boltim Diberi Kelancaran
Idul Adha Penuh Berkah, 93 Ekor Sapi Kurban dari Keluarga Rahman Salehe–Salsabilah Mamonto Disalurkan untuk Warga
Askot PSSI Kotamobagu dan Askab Boltim Sepakati Kerja Sama Strategis, Fokus Pembinaan Usia Dini
Ketua Divisi Intelijen PSC Sulut Apresiasi AKBP Golfried Pakpahan: Jaga Boltim Tetap Kondusif
Langkah Mulia Rahman Salehe: 44 Imam Masjid Kotabunan Akan Diberangkatkan Umroh
Anggota DPRD Boltim Richi Hadji Ali Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi di Momentum Jumat Agung dan Paskah 2026

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:06

Rahman Salehe Melayat ke Rumah Duka Anak Bapak Michael Nong Pakasi, Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:48

Ketua Panitia Kurban Non-Muslim di Bulawan II, Rahman Salehe Tunjukkan Nilai Toleransi di Hari Raya Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:57

Ketua DPC PKB Boltim Uwan Lahati Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Doakan Jamaah Haji Boltim Diberi Kelancaran

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:48

Idul Adha Penuh Berkah, 93 Ekor Sapi Kurban dari Keluarga Rahman Salehe–Salsabilah Mamonto Disalurkan untuk Warga

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:56

Askot PSSI Kotamobagu dan Askab Boltim Sepakati Kerja Sama Strategis, Fokus Pembinaan Usia Dini

Berita Terbaru