Rifky Sagay dan Ngopi Klasik di Balik Istilah Kota Tua Manado

Jumat, 1 Agustus 2025 - 15:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manado – Di tengah Kota Manado, tepatnya di kawasan Klenteng Perempatan Kampung Cina, malam hari kini menyuguhkan suasana yang berbeda. Area yang hanya dilintasi kendaraan pada siang dan malam harinya, kini menjadi ruang nongkrong yang hidup dan hangat berkat hadirnya Ngopi Klasik, sebuah lapak kopi angkringan sederhana namun penuh makna.

Ngopi Klasik digagas oleh Rifky Sagay, anak muda kreatif yang tak hanya menjual kopi, tetapi juga membangkitkan kembali semangat kawasan tua kota. Ia dikenal sebagai pemberi istilah Kota Tua Manado, sebutan yang kini mulai melekat sebagai identitas baru kawasan ini. Lapak angkringan ini telah berjalan kurang lebih satu bulan sejak grand opening-nya, dan dalam waktu singkat berhasil menarik perhatian anak muda Manado serta menjadi titik kumpul favorit di malam hari.

Berbeda dari tempat ngopi pada umumnya, Ngopi Klasik mengusung konsep angkringan klasik, terinspirasi dari budaya ngopi angkringan di Yogyakarta. Menu andalannya disajikan dari atas motor klasik keluaran tahun 60–70an, lengkap dengan tempat duduk sederhana di trotoar depan toko-toko yang telah tutup sejak sore hari. Aktivitas ini tidak hanya menciptakan suasana syahdu, tetapi juga tidak mengganggu kegiatan ekonomi yang berlangsung pada siang hari.

“Ngopi Klasik lahir dari keinginan kami menghidupkan kembali kawasan tua ini. Kami ingin menciptakan ruang nongkrong malam yang nyaman, penuh energi positif, dan terbuka untuk siapa saja,” ungkap Rifky.

Di antara cahaya lampu jalan yang remang dan siluet bangunan tua, orang-orang datang untuk duduk, mengobrol, menikmati syahdunya malam, atau sekadar menikmati kopi, tempat ini kini menjadi titik kumpul favorit anak muda Manado.

Tak sedikit pengunjung yang membagikan pengalamannya melalui media sosial.

Berikut beberapa komentar netizen:

Mr. J: “Saya semalam dari tempat ini ko, tempatnya menurutku sangat bagus dan natural. Tetap pertahankan! Mantap buat orang-orang yang suka kesederhanaan tapi berkelas.”

Bela Nurfatimah: “Siapa yang rindu Jogja? Tenang aja, di Manado udah ada tempat ngopi vibes-nya berasa di Jogja. Harganya kaki lima, tapi rasanya nggak murahan. Jujur, buat sekadar ngopi santai dan new experience, bener-bener berasa bukan ada di Manado.”

Wawan Muhammad: “Abis dari situ tadi, memang vibes-nya kayak angkringan di Jogja dan Surabaya.”

Fenomena ini pelan-pelan mengubah cara pandang masyarakat terhadap kawasan tua. Jika dulu identik dengan kesunyian dan bangunan usang, kini muncul citra baru: ruang sosial yang hidup, inklusif, dan penuh energi positif.

Ngopi Klasik bukan hanya soal kopi. Ia adalah simbol pergerakan komunitas, ruang berbagi semangat, serta bukti bahwa kebangkitan kota bisa dimulai dari inisiatif pemuda. Tak selalu perlu bangunan baru, kadang cukup semangat baru di tempat lama.

Rifky berharap, Pemerintah Kota Manado dapat memberikan dukungan nyata terhadap ruang-ruang alternatif seperti ini. Karena dari titik-titik kecil inilah, Manado bisa tumbuh menjadi kota yang lebih hidup, kreatif, dan berkarakter.

Editor : Lan

Sumber Berita : Penggagas Ngopi Klasik

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Istana ke Rumah Rakyat”: Kehangatan KSP Dudung Abdurachman di Kediaman RSB Jadi Sorotan di Manado
Bedah Buku Ahmadiyah Dibatalkan, Tiga Organisasi Mahasiswa Geram! MUI Dituding Bungkam Kebebasan Akademik
Prof. Rosdalina Dirikan Yayasan “Rosdalina Bukido Centre”, Fokus pada Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat
Gubernur Sulut Libatkan Bupati, Kades dan BPD Gelar Rakor KMP di Manado
Dugaan Korupsi Kominfo Sulut, Liputo Minta Polda Serius Usut Kasusnya
Skena Jadoel Manado Menghidupkan Lagi Gaya 80-90an: Pertemuan Perdana Penuh Nostalgia dan Antusiasme
Olly Dondokambey Diperiksa Polda Sulut Terkait Dana Hibah Pemprov kepada GMIM
PWI Sulut Tunjuk Plt di Bolmut, Kurniawan–Ishak Resmi Menjabat

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:44

Dari Istana ke Rumah Rakyat”: Kehangatan KSP Dudung Abdurachman di Kediaman RSB Jadi Sorotan di Manado

Jumat, 1 Agustus 2025 - 15:57

Rifky Sagay dan Ngopi Klasik di Balik Istilah Kota Tua Manado

Selasa, 3 Juni 2025 - 15:32

Bedah Buku Ahmadiyah Dibatalkan, Tiga Organisasi Mahasiswa Geram! MUI Dituding Bungkam Kebebasan Akademik

Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:14

Prof. Rosdalina Dirikan Yayasan “Rosdalina Bukido Centre”, Fokus pada Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat

Kamis, 29 Mei 2025 - 18:08

Gubernur Sulut Libatkan Bupati, Kades dan BPD Gelar Rakor KMP di Manado

Berita Terbaru