LIMBOTO,- Perhatian terhadap keluarga rentan stunting di Kabupaten Gorontalo diwujudkan melalui pembangunan lima unit Rumah Mahyani atau rumah layak huni di Desa Huidu Utara, Kecamatan Limboto Barat. Pada Selasa (11/8/2026).
Program tersebut merupakan bantuan Presiden Prabowo Subianto melalui SERUNI Kabinet Merah Putih bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.
Di balik pelaksanaan pembangunan tersebut, Shinta Maruarar Sirait selaku Pendamping Menteri PKP sekaligus Wakil Ketua Bidang 3 SERUNI Kabinet Merah Putih turut mengawal proses pembangunan sejak tahap awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Shinta mengatakan, setelah proses awal dilakukan, pelaksanaan pembangunan lima rumah tersebut dipercayakan kepada Satuan Kerja Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Gorontalo.
“Kelima rumah ini sudah kami kawal sejak awal. Setelah itu, kami serahkan kepada Satker PKP Gorontalo untuk pelaksanaan pekerjaannya,” ujar Shinta saat mendampingi Tim SERUNI Kabinet Merah Putih dan Kementerian PKP RI di Kabupaten Gorontalo, Senin (10/8/2026).
Tidak berhenti pada pembangunan hunian, Shinta juga memberikan bantuan tambahan secara pribadi kepada lima keluarga penerima manfaat.

Bantuan tersebut diarahkan untuk pembangunan area dapur pada rumah yang direnovasi serta penyediaan area usaha yang dapat dimanfaatkan para ibu penghuni rumah.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membuat keluarga penerima memiliki hunian yang lebih layak, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk menjalankan kegiatan usaha sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Rumah Layak Harus Berdampak pada Keluarga
Shinta menegaskan, pembangunan lima Rumah Mahyani tersebut merupakan bantuan Presiden Prabowo Subianto melalui SERUNI Kabinet Merah Putih.
Menurut dia, dukungan pemerintah daerah diwujudkan melalui penyediaan data lokasi dan keluarga yang menjadi sasaran bantuan.
“Ini murni merupakan bantuan Presiden Prabowo melalui SERUNI Kabinet Merah Putih. Pemerintah daerah memberikan dukungan melalui penyediaan data lokasi dan keluarga sasaran. Kolaborasi seperti inilah yang terus kita bangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Gorontalo,” ujar Shinta.
Ia berharap bantuan tersebut tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan tempat tinggal, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap kehidupan keluarga penerima.
Karena itu, tambahan area dapur dan area usaha yang diberikan secara pribadi diharapkan dapat menjadi ruang produktif bagi para ibu untuk menjalankan kegiatan ekonomi dari rumah.
Menurut Shinta, penguatan keluarga penerima perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas tempat tinggal, sanitasi, lingkungan hingga kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Harapan kita, bantuan ini benar-benar memberikan manfaat dan membawa perubahan bagi keluarga penerima. Rumah yang layak, lingkungan yang sehat, sanitasi yang baik dan pemenuhan gizi merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak,” katanya.
Lima Rumah Dilengkapi Sanitasi
Sementara itu, Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui pembangunan hunian permanen bagi keluarga penerima manfaat.
Menurut Tonny, rumah layak huni menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi keluarga, khususnya anak-anak yang berada dalam kondisi rentan stunting.
“Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto melalui SERUNI Kabinet Merah Putih. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat,” ujar Tonny.
Tonny menjelaskan, lima rumah yang dibangun memiliki konstruksi permanen dan dilengkapi lantai tegel serta fasilitas kamar mandi dan WC.
Ia mengatakan, penanganan stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan. Kondisi rumah, sanitasi, dan lingkungan tempat tinggal juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
“Rumah yang layak dan permanen, dengan fasilitas yang memadai, merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo turut mendukung program tersebut melalui penyediaan data lokasi dan keluarga yang menjadi sasaran bantuan.
Tonny menilai, ketepatan data penting untuk memastikan intervensi pemerintah benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan.
Ditargetkan Rampung Akhir Agustus
Saat ini, pembangunan lima unit Rumah Mahyani masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.
Jika tidak terdapat kendala dalam proses pembangunan, peresmian kelima rumah tersebut direncanakan pada awal September 2026.
Pembangunan ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat dalam memberikan intervensi langsung kepada keluarga yang membutuhkan.
Bagi Shinta, hunian layak bukan sekadar tempat berlindung. Rumah yang sehat dan dilengkapi ruang produktif diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Dengan pendekatan tersebut, pembangunan lima Rumah Mahyani di Kabupaten Gorontalo tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kualitas tempat tinggal keluarga rentan stunting, tetapi juga membuka peluang agar keluarga penerima dapat menjadi lebih produktif dan memiliki sumber pendapatan tambahan.
Penulis : IB











