BOLMUT— Kolaborasi antara pemuda, organisasi sosial, dan pemerintah daerah kembali menunjukkan dampak nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara.
Melalui program Rumah Lukaku Indonesia (RLI) bertajuk “Gerakan Bersama Merawat Negeri” (GBMN) dalam pilar RLI Road Show Kesehatan Primer 100 Tempat di Sulawesi Utara – Season 16, pelayanan kesehatan gratis digelar di RSUD Bintauna.
Kegiatan yang melibatkan sekitar 300–500 peserta tersebut diinisiasi oleh Pemuda Milenial Bintauna dan dipimpin langsung oleh Ns. Fadli S. Rahim, S.Kep., selaku Ketua DPD RLI Boltara sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu contoh konkret kolaborasi antara elemen masyarakat sipil dan pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, mudah diakses, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dukungan pemerintah daerah turut menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan. Komitmen tersebut ditunjukkan oleh pimpinan daerah melalui dukungan terhadap upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif bagi masyarakat.
Dukungan juga datang dari Dinas Kesehatan Boltara yang membantu proses integrasi program, serta Direktur RSUD Pratama Bintauna yang menyediakan fasilitas untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
Hadirkan Pelayanan Kesehatan Secara Langsung.
Berbeda dengan kegiatan yang hanya bersifat seremonial, GBMN Season 16 menghadirkan sejumlah intervensi kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
Pelayanan tersebut meliputi cek kesehatan gratis (CKG) dan pengobatan umum bagi sekitar 50–100 warga, serta sunatan massal gratis dengan kuota hingga 100 anak.
Selain itu, masyarakat lanjut usia juga mendapatkan pemeriksaan mata dan kacamata gratis sesuai ukuran, khususnya bagi warga berusia di atas 60 tahun.
RLI turut memberikan subsidi kacamata berupa lensa dan frame sesuai ukuran bagi warga pra-lansia berusia 60 tahun ke bawah.
Pelayanan lainnya mencakup skrining kesehatan seperti pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), tekanan Ankle-Brachial Index (ABI), serta perawatan luka modern.
Masyarakat juga mendapatkan edukasi kesehatan yang berfokus pada upaya pencegahan dan penanganan penyakit kronis tidak menular.
Pemuda Hadir dengan Solusi Nyata
Ketua Umum Rumah Lukaku Indonesia, Ns. Faris Sindring, S.Kep., M.Kep (CTN), menyampaikan apresiasi kepada DPD RLI Bolmut, Pemuda Milenial Bintauna, serta pemerintah daerah yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
Menurut Faris, keberadaan organisasi kepemudaan dan sosial harus diarahkan untuk menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu memperkuat program pelayanan kesehatan primer pemerintah.
“Rumah Lukaku Indonesia hadir sebagai yayasan generasi muda yang membawa ide dan inovasi modern demi membantu program kesehatan primer pemerintah di tengah masa-masa efisiensi anggaran saat ini,” ujar Faris,Senin (10/8/2026).
Ia menegaskan bahwa RLI tidak ingin hanya menjadi organisasi yang menyampaikan kritik tanpa menghadirkan solusi.
“Kami hadir bukan untuk mengkritisi pemerintah tanpa solusi atau sekadar memberi narasi negatif di lapangan. Sebaliknya, kami berkomitmen membantu sebisa kami untuk menciptakan program kesehatan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya.
Didukung Mitra Strategis
Pelaksanaan aksi sosial dan kemanusiaan tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis, di antaranya Telkomsel, Lapak Zenia, Rumah Mataku Indonesia, dan Salep Lukaku.Dukungan berbagai pihak tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan akses pelayanan kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga melibatkan organisasi sosial, pemuda, dunia usaha, dan masyarakat.
Melalui GBMN Season 16, DPD RLI Bolmut bersama Pemuda Milenial Bintauna menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat sipil dan pemerintah dapat menjadi kekuatan dalam mempercepat akses pelayanan kesehatan.
“Gerakan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pemuda dapat mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah dengan menghadirkan aksi nyata, inovasi, dan pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat,”ucapnya
Dari Bintauna, semangat kolaborasi itu kembali ditegaskan: membangun daerah tidak selalu harus dimulai dari kritik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kerja bersama dan aksi nyata untuk menghadirkan masyarakat yang lebih sehat.
Penulis : IB











