Stok Beras Kabupaten Gorontalo Aman hingga Akhir Tahun, Surplus 4.323 Ton

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limboto — Di tengah musim kemarau yang melanda wilayah Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo memastikan pasokan beras untuk masyarakat tetap aman hingga akhir 2026.

Proyeksi neraca pangan per Juli 2026 bahkan menunjukkan Kabupaten Gorontalo masih memiliki surplus beras mencapai 4.323,14 ton.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo, Hermanto Feybie Asona, mengatakan kondisi tersebut menjadi indikator bahwa ketersediaan beras daerah masih mampu menopang kebutuhan masyarakat hingga Desember mendatang.

“Untuk Kabupaten Gorontalo, ketersediaan beras ini aman. Perhitungannya berdasarkan luas sawah yang panen kemudian dibagi dengan jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat,” kata Hermanto saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026).

Hermanto menjelaskan, Badan Ketahanan Pangan secara berkala melakukan pemantauan dan proyeksi ketersediaan pangan melalui neraca bahan pangan. Sebanyak 11 komoditas menjadi perhatian pemerintah, yakni beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula, dan minyak goreng.

Khusus beras, hasil proyeksi pada Juli 2026 mencatat ketersediaan sekitar 8.563,13 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat Kabupaten Gorontalo diperkirakan sekitar 4.183 ton per bulan. Dari perhitungan tersebut, neraca beras masih mencatat surplus sekitar 4.323,14 ton.

Menurut Hermanto, angka itu menunjukkan kapasitas produksi pangan Kabupaten Gorontalo masih cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi perubahan produksi, distribusi, maupun kebutuhan pangan.

Cadangan Pemerintah Perkuat Stok

Ketersediaan beras daerah tidak hanya ditopang produksi petani, tetapi juga diperkuat melalui Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Cadangan tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga kesinambungan pasokan, terutama di tengah kondisi kemarau.

Hermanto mengatakan bantuan beras untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026 dijadwalkan disalurkan sekaligus pada Agustus. Dengan skema itu, masyarakat penerima akan mendapatkan alokasi beras untuk tiga bulan.

“Insyaallah bulan Agustus ini akan diterimakan sekaligus untuk tiga bulan. Jadi, beras yang biasanya 10 kilogram per bulan, akan diberikan untuk tiga bulan sekaligus,” ujarnya.

Tambahan cadangan tersebut semakin memperkuat proyeksi pemerintah bahwa kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Gorontalo hingga akhir Desember 2026 masih dapat tercukupi.

Menurut Hermanto, perhitungan itu bahkan belum memasukkan seluruh stok beras yang tersedia di Bulog.

“Proyeksi kami sampai akhir Desember untuk kebutuhan beras di Kabupaten Gorontalo insyaallah mencukupi. Neraca ini bahkan belum kami masukkan ketersediaan yang ada di Bulog,” katanya.

Berdasarkan informasi dari Bulog, stok yang tersedia juga diproyeksikan mampu mendukung kebutuhan masyarakat hingga Desember.

Produksi Surplus, Distribusi Antarwilayah Tetap Bergerak

Meski neraca produksi menunjukkan surplus, Hermanto mengakui tidak seluruh hasil produksi beras Kabupaten Gorontalo beredar dan dikonsumsi di wilayah sendiri.

Sebagian produksi petani didistribusikan ke daerah lain, terutama Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara. Kondisi tersebut merupakan bagian dari dinamika distribusi pangan antarwilayah.

“Kalau melihat data hasil proyeksi dengan luas lahan yang ditanami, khusus Kabupaten Gorontalo memang sangat mencukupi. Tetapi itu di atas kertas. Fakta di lapangan, banyak produksi dari Kabupaten Gorontalo yang lari ke Kota Gorontalo dan Gorontalo Utara,” jelas Hermanto.

Di sisi lain, Kabupaten Gorontalo juga menerima pasokan beras dari daerah lain, termasuk Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Arus distribusi tersebut membuat pasokan pangan antarwilayah saling melengkapi sesuai kebutuhan masyarakat dan karakteristik beras yang diminati konsumen.

“Jadi saling menutupi. Ada produksi kita yang keluar, tetapi ada juga beras yang masuk dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan,” pungkasnya.

Hermanto menegaskan, Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo akan terus memperkuat pemantauan terhadap produksi, ketersediaan, distribusi, dan kebutuhan pangan masyarakat. Langkah tersebut penting untuk memastikan pasokan tetap terjaga, terutama menghadapi musim kemarau hingga penghujung tahun.

Bagi Hermanto, menjaga ketahanan pangan bukan sekadar memastikan angka produksi lebih besar dari kebutuhan. Lebih dari itu, pemerintah harus mampu membaca pergerakan pasokan, memperhitungkan cadangan, serta memastikan distribusi berjalan sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Melalui pemantauan neraca pangan yang dilakukan secara berkala, Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo di bawah kepemimpinan Hermanto Feybie Asona terus menjaga agar ketersediaan pangan tetap terukur dan terkendali.

Kepastian stok beras hingga akhir tahun menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pangan Kabupaten Gorontalo.

Penulis : Ib

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Tonny Apresiasi Rumah Mahyani Presiden Prabowo untuk Keluarga Rentan Stunting
Resmikan Gedung PHTC MTsS Bahrul Ulum, Bupati Gorontalo Dorong Peningkatan Prestasi Santri.
Bupati Resmikan RTLH Baznas di Batuda’a Pantai. 50 Warga Dapat Sembako
Bupati Sofyan Puhi Perkuat Transformasi Posyandu, Capaian Cek Kesehatan Gratis Kabupaten Gorontalo Tembus 54,43 Persen
Sekda Hadiri Perkajum SAKO Pemasyarakatan, Dukung Pembinaan Warga Binaan di Lapas Perempuan Gorontalo
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi Resmikan Mahyani dan Salurkan Bantuan Zakat BAZNAS di Tolangohula
Bupati Sofyan Terima Kunjungan Reses Anggota DPR RI Rusli Habibie, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Buka PTA SMAN 1 Limboto, Sekda Sugondo Dorong Pramuka Jadi Pusat Pembelajaran Berkarakter dan Adaptif Teknologi

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:51

Stok Beras Kabupaten Gorontalo Aman hingga Akhir Tahun, Surplus 4.323 Ton

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:50

Wabup Tonny Apresiasi Rumah Mahyani Presiden Prabowo untuk Keluarga Rentan Stunting

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:35

Resmikan Gedung PHTC MTsS Bahrul Ulum, Bupati Gorontalo Dorong Peningkatan Prestasi Santri.

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:32

Bupati Resmikan RTLH Baznas di Batuda’a Pantai. 50 Warga Dapat Sembako

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:55

Bupati Sofyan Puhi Perkuat Transformasi Posyandu, Capaian Cek Kesehatan Gratis Kabupaten Gorontalo Tembus 54,43 Persen

Berita Terbaru