Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyebut peran istri dalam keluarga sangat penting dalam upaya pencegahan korupsi. Gusnar mengibaratkan istri sebagai gas atau rem korupsi suami yang sedang menjabat di pemerintahan.
Pesan itu disampaikan Gubernur Gusnar saat menghadiri dan membuka Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Ruang Dulohupa Gubernuran, Rabu (20/5/2026).
Semua Pimpinan Tinggi Pratama didampingi pasangannya sengaja dihadirkan pada acara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peran yang pertama adalah tancap gas, sudah ada jabatan gas saja. Kan begitu? kedua, istri berperan sebagai rem yang tidak pernah menjadi rem blong. Cuma bergerak di situ saja,” kata Gusnar.
Lebih lanjut katanya, godaan korupsi terkadang tidak datang dari suami atau istri yang sedang menjabat. Tapi dari pasangannya. Pejabat sudah memahami aturan tapi akan berbeda cerita jika memerintah oleh pasangannya.
“Aturan yang sudah terang benderang kalau ditafsir, tapi bukan oleh istri yang ada dalam ruangan ini, istri yang tafsir bisa macam-macam tafsirannya. Di situlah akan terjadi desak mendesak. Kalau istri sudah mendesak gini, bapak-bapak sudah langsung pasrah”.
“Saya mengajak kita semua, terutama istri, pendamping suami, mengambil posisi yang
tegas terhadap pencegahan korupsi ini,” pintanya.
Penulis : IB











