BOROKO – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menggelar rapat koordinasi pengendalian inflasi yang melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Yang di gelar di ruang rapat Kantor Bupati pada Senin (8/6/2026).
Rapat tersebut membahas perkembangan harga kebutuhan pokok, kondisi produksi pertanian, serta langkah-langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Boltara, Aroman Talibo, mengatakan bahwa salah satu komoditas yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah cabai (rica), mengingat terjadi penurunan produksi yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga di pasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Aroman, sekitar satu bulan lalu produksi cabai di Boltara masih mencapai sekitar 15 ton per minggu. Namun, pada periode panen bulan Juni mengalami penurunan hingga berada di kisaran 1,8 ton hingga 3,8 ton per minggu.
“Penurunan produksi ini diduga dipengaruhi oleh kondisi cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir sehingga berdampak pada hasil panen petani,” ujar Aroman.
Ia menjelaskan, cabai merupakan salah satu komoditas strategis yang masuk dalam program penanaman nasional di Boltara.
Selain cabai, bawang merah juga menjadi fokus pengembangan karena memiliki kontribusi penting dalam menjaga pasokan pangan dan mengendalikan inflasi daerah.
Aroman menambahkan bahwa dalam setiap rapat koordinasi yang dilaksanakan hampir setiap minggu, pemerintah daerah terus mengevaluasi perkembangan komoditas pangan utama seperti cabai, bawang merah, dan tomat.

“Ketahanan pangan selalu menjadi pembahasan utama dalam rapat koordinasi. Kami terus memantau perkembangan produksi rica, bawang merah, dan tomat agar pasokan tetap terjaga,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Boltara telah menyiapkan strategi berupa penambahan luas lahan tanam untuk sejumlah komoditas hortikultura tersebut.
“Ke depan, strategi yang akan dilakukan adalah menambah luas areal tanam sehingga produksi dapat meningkat dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Dengan begitu, stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah dapat terus terjaga,” pungkas Aroman.

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan laju inflasi, serta memperkuat sektor pertanian sebagai penopang perekonomian masyarakat Boltara.
(Adve)
Penulis : IB











