LAMSEL, INTAINEWS.ID– Kehadiran Zulkifli Hasan dalam gelaran Indonesian Drift Series Sumatra 2026 di Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu (23/5/2026), menjadi lebih dari sekadar kunjungan pejabat negara.
Di tengah riuh suara mesin drift dan antusiasme ribuan warga yang memadati arena, kehadiran Menko Pangan tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah pusat terhadap keberanian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menghadirkan event otomotif nasional pertama di Pulau Sumatra tanpa menggunakan APBD.
Momentum itu terasa kuat ketika Zulhas secara terbuka memberikan apresiasi kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, atas terobosan yang dinilai inovatif dan kreatif dalam penyelenggaraan kegiatan berskala nasional
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Acara yang dilaksanakan dengan 0 APBD, tanpa menyentuh anggaran daerah. Mantap Bupati Lampung Selatan,” ujar Zulhas yang langsung disambut tepuk tangan meriah masyarakat.
Sebelumnya, Menko Zulhas juga menyampaikan rasa bangganya karena Lampung Selatan dipercaya menjadi tuan rumah ajang drift nasional bergengsi tersebut. Menurutnya, IDS Sumatra 2026 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya kejuaraan drift berskala nasional digelar di Pulau Sumatra.
“Senang ada acara ini? Acara yang luar biasa, baru pertama kali di Sumatra dan diadakan di Lampung Selatan. Mari kita dukung, kita sukseskan bersama acara ini,” katanya.
Kedatangan Zulhas pun disambut antusias warga. Ribuan pengunjung yang memadati arena tampak berebut menyapa, bersalaman, hingga menerima berbagai merchandise yang dibagikan langsung oleh Menko, mulai dari kaos, handuk, hingga suvenir lainnya.
Namun di balik kemeriahan itu, tersimpan pesan besar tentang arah pembangunan daerah yang kreatif dan kolaboratif.
Gelaran IDS Sumatra 2026 menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas otomotif mampu menghadirkan event nasional tanpa membebani keuangan daerah.
Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, ajang ini bukan hanya soal balap drift. Lebih dari itu, IDS menjadi pintu masuk untuk mendorong sektor pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, menghidupkan pelaku UMKM, sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke panggung nasional.
Apresiasi dari pemerintah pusat melalui kehadiran Zulhas semakin mempertegas bahwa langkah yang diambil Bupati Lampung Selatan bukan sekadar agenda hiburan, melainkan bagian dari strategi pembangunan daerah berbasis inovasi dan kolaborasi.
Di tengah tantangan fiskal daerah, Lampung Selatan menunjukkan satu pesan penting bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti menghadirkan lompatan besar.***
Penulis : Mrs
Editor : NB











