KOTAMOBAGU, INTAINEWS.ID– Pemerintah Kota Kotamobagu menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui percepatan pembangunan 10 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditargetkan segera rampung.
Hal itu disampaikan Wali Kota Kotamobagu melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program MBG tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, Kamis (29/1/2026).
Rapat tersebut membahas percepatan pelaksanaan Program MBG, meliputi kesiapan SPPG, pemutakhiran data penerima manfaat, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna memastikan program berjalan tepat sasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sahaya menyampaikan bahwa Kota Kotamobagu tidak memiliki SPPG dengan kategori wilayah terpencil, sehingga pelaksanaan Program MBG dapat dilakukan secara lebih terfokus dan optimal.
“Program MBG di Kota Kotamobagu diarahkan terlebih dahulu kepada siswa PAUD hingga SMP, serta kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujar Sahaya.
Ia menjelaskan, Pemkot Kotamobagu menargetkan pembangunan 10 titik SPPG, di mana dua di antaranya telah selesai dan beroperasi.
“Dua SPPG yang telah beroperasi diresmikan langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, masing-masing berlokasi di Kelurahan Kotobangon yang dikelola Yayasan Tarang Jaya Delapan Delapan dan di Desa Bungko yang dikelola Yayasan Bina Lentera Insan. Total penerima manfaat dari dua SPPG tersebut mencapai 2.935 orang,” jelasnya.
Sementara itu, delapan SPPG lainnya masih dalam tahap penyelesaian sarana dan prasarana. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemutakhiran data penerima manfaat serta pemetaan rantai pasok pangan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan program.
“Pemerintah daerah optimistis seluruh SPPG dapat segera beroperasi dan Program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan status gizi serta kualitas sumber daya manusia di Kota Kotamobagu,” tutup Sahaya. (Buds)











