GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatat tambahan program pemerintah pusat senilai Rp1,124 triliun setelah penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang di gelar di Limboto pada 20-25 Juni.
Nilai tersebut berasal dari sejumlah program di sektor pertanian, perikanan, infrastruktur, perumahan, hingga pengembangan logistik.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan capaian itu dalam konferensi pers di Rumah Dinas Gubernur, Sabtu (27/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, sejak Gorontalo ditetapkan sebagai tuan rumah PENAS, pemerintah daerah menjadikan agenda nasional tersebut sebagai ruang untuk mengajukan berbagai program kepada kementerian dan lembaga.
“Kami memanfaatkan momentum PENAS untuk mendapatkan sebanyak mungkin program pemerintah pusat yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Gusnar.
Di sektor perikanan, pemerintah pusat mengalokasikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dengan nilai sekitar Rp1,012 triliun. Pemerintah Provinsi Gorontalo juga mengusulkan tambahan 42 kampung nelayan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pada sektor pertanian, Gorontalo memperoleh program senilai Rp216,231 miliar. Program tersebut mencakup cetak sawah baru, optimasi lahan, bantuan benih jagung dan padi, pembangunan jaringan irigasi, jalan usaha tani, serta pengembangan komoditas kelapa, kakao, dan tebu.
Pemerintah juga mencatat tambahan program hilirisasi komoditas pertanian senilai Rp105,283 miliar. Selain itu, bantuan pengembangan kebun kelapa seluas 3.000 hektare dialokasikan dengan nilai Rp13,2 miliar.
Di bidang perumahan, Gorontalo memperoleh tambahan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 4.059 unit dengan anggaran Rp81,18 miliar.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur berupa jalan dan jembatan mendapat alokasi Rp99,755 miliar. Selama penyelenggaraan PENAS, perputaran ekonomi dari sektor akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal mencapai Rp20,52 miliar, sedangkan transaksi UMKM tercatat sebesar Rp22,037 miliar.
Menurut Gusnar, penyelenggaraan PENAS juga membuka peluang pengembangan Pusat Logistik Berikat (PLB), rencana pembentukan Markas Kodam, serta pembangunan Pangkalan TNI Angkatan Udara di Gorontalo. Ia mengatakan berbagai program tersebut akan menjadi tindak lanjut pemerintah daerah setelah berakhirnya PENAS XVII.
” alhamdulillah Dari sini bawa berkah, berkahnya masuk sampai di sektor pertahanan, bayangkan. Kalau ada Kodam di dekat Kita” Pungkasnya
Penulis : IB











