IntaiNews.id KOTAMOBAGU— Penanganan sampah pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di berbagai daerah masih menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Setelah beberapa hari
pengangkutan sampah dalam jumlah besar, pemerintah daerah kini melanjutkan tahap pembersihan lanjutan dengan fokus pada penghilangan bau tidak sedap yang ditimbulkan dari sisa-sisa sampah.
Lonjakan volume sampah merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun usai perayaan hari besar keagamaan, khususnya Idul Fitri. Aktivitas masyarakat yang meningkat, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga aktivitas perdagangan di pasar tradisional, berdampak langsung pada peningkatan produksi sampah secara signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Kotamobagu, proses penanganan telah dimulai sejak 23 Maret 2026, dengan prioritas pada kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Tumpukan sampah yang sempat menggunung di beberapa titik secara bertahap berhasil diangkut oleh petugas kebersihan.
Namun demikian, persoalan tidak berhenti pada pengangkutan semata. Bau menyengat yang ditinggalkan oleh sampah yang sempat menumpuk selama beberapa hari menjadi tantangan lanjutan yang harus segera ditangani.
Pada Rabu (25/03/2026), petugas kebersihan kembali diturunkan ke sejumlah lokasi bekas penumpukan sampah. Dalam upaya tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotamobagu menggandeng Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penyiraman intensif menggunakan mobil tangki air.
Penyiraman dilakukan di berbagai titik strategis, terutama di kawasan pasar dan area dengan tingkat aktivitas tinggi, guna mengurangi bau tidak sedap serta memastikan lingkungan kembali bersih dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotamobagu, Erwin Pasambuna, menjelaskan bahwa penanganan sampah dilakukan secara bertahap dan terintegrasi, mulai dari pengangkutan hingga pembersihan lanjutan.
“Setelah proses pengangkutan, kami lanjutkan dengan penyiraman menggunakan armada Damkar untuk menghilangkan bau yang masih tersisa. Ini bagian dari tahapan pembersihan agar kondisi lingkungan benar-benar pulih,” ujar Erwin.
Ia menambahkan, peningkatan volume sampah pasca Idul Fitri merupakan kondisi yang tidak terhindarkan, terutama di wilayah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi seperti pasar tradisional dan pusat perdagangan.
Menurutnya, keterlambatan pengangkutan di beberapa titik sebelumnya disebabkan oleh tingginya volume sampah yang melebihi kapasitas normal harian. Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa seluruh sampah akan ditangani secara bertahap hingga tuntas.
“Memang ada beberapa titik yang sempat mengalami penumpukan karena volume yang meningkat drastis. Namun kami terus bekerja agar seluruh sampah dapat terangkut dan ditangani dengan baik,” jelasnya.
Saat ini, proses penanganan masih terus berlangsung dan belum sepenuhnya rampung. Selain kawasan pasar, petugas juga menyasar wilayah permukiman di desa dan kelurahan yang masih memiliki sisa sampah pasca Lebaran.
Pemerintah Kota Kotamobagu menargetkan dalam beberapa hari ke depan seluruh wilayah dapat kembali bersih dan terbebas dari sisa-sisa sampah maupun bau yang mengganggu.
Di sisi lain, pemerintah juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya pada momentum pasca hari besar keagamaan.
Warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan serta memastikan sampah ditempatkan dalam wadah yang layak, seperti karung atau tempat tertutup, agar memudahkan proses pengangkutan oleh petugas dan mencegah sampah berserakan di jalan.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat mulai menerapkan pola hidup bersih dan pengelolaan sampah yang lebih baik, seperti memilah sampah organik dan anorganik, guna mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Fenomena lonjakan sampah pasca Idul Fitri ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa dukungan bersama, upaya menjaga kebersihan lingkungan akan sulit mencapai hasil yang optimal.
Dengan langkah cepat dan kolaboratif yang dilakukan Pemerintah Kota Kotamobagu, diharapkan kondisi kebersihan dapat segera pulih sepenuhnya, sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal dalam lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.***











