Harapan Gubernur Gorontalo Jelang PENAS XVII

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GORONTALOGubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan harapan terkait pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Ia berharap berbagai isu strategis yang diangkat dalam PENAS dapat memperkuat sektor pertanian dan perikanan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Gusnar saat menjadi narasumber pada siaran langsung Jurnal Nusantara Kompas TV, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, hilirisasi menjadi penting untuk menyamakan persepsi petani di seluruh Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi dari hasil usaha tani.

“Karena dengan hilirisasi petani bisa mendapatkan nilai tambah terutama nilai tambah ekonomi dari usaha taninya. Jadi tidak sekedar berusaha menanam bertani kemudian menjual begitu saja, tapi harus ada sentuhan hilirisasi yang menjadi isu utama disitu,” ujar Gusnar.

Gusnar menjelaskan, petani tidak hanya berorientasi pada produksi dan penjualan hasil panen, tetapi juga perlu mendorong pengolahan produk agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dengan demikian, kesejahteraan petani dapat meningkat melalui pengembangan sektor hilir.

Selain hilirisasi, penguatan rantai pasok antar daerah melalui sistem digitalisasi juga menjadi fokus pembahasan pada PENAS XVII. Sistem tersebut dinilai mampu memetakan ketersediaan komoditas sehingga daerah yang mengalami kekurangan pasokan dapat segera terhubung dengan daerah yang memiliki surplus produksi.

“Salah diantaranya adalah memetakan rantai pasok komoditas yang diberbagai daerah sehingga ketika satu daerah mengalami kekurangan pasokan, dia bisa mengontak daerah itu dan secara terkoneksi itu bisa bergerak. Sehingga dengan demikian kita akan bicara inflasi, kita bisa mengendalikan inflasinya,” ujar Gusnar.

Menurut Gusnar, digitalisasi rantai pasok akan membantu pengendalian inflasi karena distribusi komoditas dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Digitalisasi juga diharapkan mendukung pengawasan harga komoditas yang telah ditetapkan pemerintah. Keseragaman harga jagung, padi, dan komoditas lainnya diyakini dapat memberikan kepastian pendapatan bagi petani di berbagai daerah.

PENAS XVII turut mengangkat Program pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai salah satu isu penting. Gusnar berharap program yang telah diresmikan Presiden di Gorontalo dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Tonny Kembali Tinjau Lokasi PENAS KTNA XVII, Pastikan Seluruh Fasilitas Rampung Sebelum Pembukaan
Bupati Sofyan Puhi Lepas Petugas Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Kompas Pembangunan Kabupaten Gorontalo
Gubernur Gusnar Pastikan Transportasi dan Pasokan BBM Siap Dukung PENAS XVII 2026
PENAS KTNA 2026 Siap Sambut 7.000 Peserta, Bupati Sofyan Matangkan Persiapan
Dihadiri 13 Ribu Peserta, Gusnar Optimis Rampungkan Kesiapan PENAS XVII
Wagub Idah Tinjau Panen Padi Prebiotik di Boalemo
Wagub Idah Ajak Petani Promosikan Beras Prebiotik di PENAS XVII
Sekda Sugondo Makmur Buka Seleksi O2SN Kabupaten Gorontalo 2026, Tekankan Sportivitas dan Kejujuran

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:02

Wabup Tonny Kembali Tinjau Lokasi PENAS KTNA XVII, Pastikan Seluruh Fasilitas Rampung Sebelum Pembukaan

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:54

Bupati Sofyan Puhi Lepas Petugas Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Kompas Pembangunan Kabupaten Gorontalo

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:38

Gubernur Gusnar Pastikan Transportasi dan Pasokan BBM Siap Dukung PENAS XVII 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:37

PENAS KTNA 2026 Siap Sambut 7.000 Peserta, Bupati Sofyan Matangkan Persiapan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:08

Dihadiri 13 Ribu Peserta, Gusnar Optimis Rampungkan Kesiapan PENAS XVII

Berita Terbaru