IntaiNews.id KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, memastikan pelaksanaan Pasar Senggol tahun 2026 tetap akan digelar setelah dua proposal pengelolaan kegiatan tersebut diajukan oleh asosiasi masyarakat kepada pemerintah daerah.
Pasar Senggol yang menjadi tradisi tahunan menjelang Hari Raya Idulfitri itu direncanakan dilaksanakan di kawasan eks Rumah Sakit Datoe Binangkang, yang sebelumnya telah direkomendasikan pemerintah daerah sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Kotamobagu Noval Manoppo mengatakan hingga saat ini pemerintah telah menerima dua proposal permohonan pengelolaan Pasar Senggol dari pihak asosiasi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah ada dua proposal yang masuk hari ini, sehingga dapat dipastikan Pasar Senggol atau pasar malam di Kotamobagu akan tetap dilaksanakan,” kata Noval Manoppo di Kotamobagu, Senin (9/3).
Menurut dia, dua proposal tersebut masing-masing diajukan oleh Asosiasi Poyowa Kecil dan kelompok Pemuda Kampung Baru yang sama-sama menyatakan kesiapan untuk menjadi pengelola kegiatan Pasar Senggol tahun ini.
Pemerintah daerah, kata Noval, selanjutnya akan melakukan pembahasan terhadap kedua proposal tersebut guna menentukan mekanisme pelaksanaan serta bentuk kerja sama yang memungkinkan dalam penyelenggaraan kegiatan.
Ia menjelaskan pemerintah daerah mendorong agar kedua pihak dapat membangun kolaborasi dalam pelaksanaan Pasar Senggol, terutama terkait penataan lokasi pedagang, pengaturan fasilitas pendukung, serta pengamanan selama kegiatan berlangsung.
“Asosiasi Poyowa Kecil dan Pemuda Kampung Baru diharapkan bisa berkolaborasi, baik dalam penataan lokasi pedagang maupun dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Menurut Noval, penataan Pasar Senggol tahun ini juga menjadi perhatian pemerintah daerah karena kegiatan tersebut setiap tahun selalu menarik minat masyarakat dalam jumlah besar, terutama menjelang Idulfitri.
Selain menjadi tempat berbelanja kebutuhan menjelang hari raya, Pasar Senggol juga menjadi pusat aktivitas ekonomi musiman yang melibatkan banyak pedagang kecil dan pelaku usaha lokal.
Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan pelaksanaan Pasar Senggol berlangsung tertib, aman, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas di pusat Kota Kotamobagu.
Sebelumnya, melalui rapat koordinasi bersama unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, kawasan eks Rumah Sakit Datoe Binangkang telah direkomendasikan sebagai lokasi pelaksanaan Pasar Senggol tahun ini.
Lokasi tersebut dinilai memiliki area yang cukup luas untuk menampung para pedagang serta memudahkan pengaturan aktivitas perdagangan agar tidak menggunakan ruas jalan utama di pusat kota.
Noval menambahkan pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung kegiatan, termasuk pengaturan parkir kendaraan, kebersihan lingkungan, hingga sistem pengamanan.
“Pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung pelaksanaan Pasar Senggol karena kegiatan ini memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat, khususnya bagi pedagang kecil,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan Pasar Senggol tahun ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di Kota Kotamobagu dan wilayah sekitarnya.
“Harapan kami kegiatan ini dapat berjalan tertib dan aman, sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan nyaman dan para pedagang juga dapat menjalankan usahanya dengan baik,” kata Noval.***











