Pinogaluman Genap 23 Tahun: Jejak Panjang Pemekaran dan Kebangkitan Budaya Lokal

Senin, 3 November 2025 - 16:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PINOGALUMAN,— Tanggal 3 November menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Kecamatan Pinogaluman. Dua puluh tiga tahun silam, tepatnya pada 3 November 2002, wilayah yang dulunya merupakan bagian barat Kecamatan Kaidipang itu resmi berdiri sebagai kecamatan definitif melalui peresmian dan pelantikan camat pertama, Abdul Wahab Razak, S.IP.

Kecamatan Pinogaluman terbentuk melalui perjuangan panjang sejak awal tahun 1960-an. Kala itu, tujuh desa di wilayah barat Kaidipang — Komus, Tuntung, Batutajam, Dalapuli, Buko, Tontulow, dan Kayuogu — menghadapi kesulitan pelayanan pemerintahan akibat kondisi geografis dan keterbatasan akses transportasi.

Dorongan untuk memekarkan diri dari Kecamatan Kaidipang pertama kali muncul pada 1963 melalui inisiatif sejumlah tokoh lintas desa seperti B. Mata, H. Mardani, Hi. G. Razak, Ismail Saidi, hingga L.A. Gobel. Upaya itu sempat membuahkan hasil dengan terbentuknya Kecamatan Perwakilan Buko, namun hanya bertahan dua tahun.

Semangat tersebut kembali menguat pada akhir 1990-an. Para tokoh muda dan masyarakat seperti Salma Razak, SH, Salim bin Abdullah, Saman Razak, Badar Z. Fray, hingga Drs. Abdul Wahab Razak kembali menghidupkan aspirasi pemekaran. Setelah perjuangan panjang dan penolakan awal, pada tahun 2001 dibentuklah Panitia Pemekaran Kecamatan Buko yang melibatkan tokoh lintas desa dan kalangan muda.

Puncak perjuangan terjadi pada 2002 ketika Bupati Bolmong Ny. Dra. Marlina Moha Siahaan mengusulkan nama “Pinogaluman”, yang bermakna perkumpulan berbagai suku, ras, dan agama. Nama ini diambil dari berbagai bahasa daerah—Piloheluma (Gorontalo), Pohogoluma (Kaidipang), Pekakomolang (Sangihe), dan Nopohugaluma (Atinggola).

Melalui Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2002, DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow resmi menetapkan pembentukan Kecamatan Pinogaluman dengan sembilan desa: Kayuogu, Tontulow, Tombulang, Buko, Dalapuli, Batutajam, Tuntung, Komus, dan desa persiapan Dengi. Peresmian dan pelantikan camat pertama dilakukan pada 3 November 2002 di Lapangan Buko, disaksikan ribuan warga.

Sejak saat itu, 3 November ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun Kecamatan Pinogaluman. Sepanjang perjalanannya, kecamatan ini telah dipimpin oleh sembilan camat, dengan Irawati Mooduto, S.Pd sebagai camat saat ini.

Memperingati HUT ke-23 tahun 2025, masyarakat Pinogaluman menggelar Festival Seni dan Budaya yang menampilkan berbagai kearifan lokal seperti masamper, dana-dana, 4 wayer, fashion show baju adat, dan vokal grup busana tradisional.

Ketua Panitia HUT Kecamatan Pinogaluman, Ismail Hasan, S.Sos, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang hampir hilang.

“Setelah 23 tahun berlalu, adat dan budaya Pinogaluman diangkat kembali melalui festival seni budaya yang menampilkan kearifan lokal seperti masamper, dana, 4 wayer, fashion show baju adat, dan vokal grup baju adat,” ujar Ismail.

Ia menambahkan, masyarakat sangat merindukan suasana kebersamaan dan kemeriahan seperti ini.

“Kegiatan ini sangat dirindukan oleh masyarakat Pinogaluman setelah sekian lama tidak ditampilkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ismail menegaskan pentingnya regenerasi dan pelestarian sejarah melalui kolaborasi lintas generasi.

“Dengan kolaborasi pemerintah kecamatan bersama KNPI, regenerasi akan pentingnya mengenal sejarah perlu terus dilakukan. Kegiatan seperti ini harus menjadi agenda tahunan Pemerintah Kecamatan Pinogaluman,” tandasnya.

Kini, Pinogaluman tidak hanya dikenal sebagai wilayah strategis di pintu utara Bolaang Mongondow Utara yang berbatasan dengan Provinsi Gorontalo, tetapi juga sebagai daerah yang terus menjaga semangat persatuan, budaya, dan perjuangan leluhur yang melahirkan kecamatan ini.

Penulis : IB

Follow WhatsApp Channel intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Finalisasi SOTK Rampung, Sekda: Pemkab Gorontalo Siap Terapkan Struktur Baru pada Pembahasan APBD 2027
Bupati dan Wabup Boltara Sampaikan Rancangan KUA-PPAS T.A 2027 di Paripurna DPRD
Perkuat Sinergi Eksekutif dan Legislatif, Bupati dan Wabup Boltara Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Baru
Peringati HA Bupati Boltara Launching SIMPEGDA dan SIDAK ASN, Teken PKS Isbat Nikah Terpadu serta Inovasi RESEPZI
Sinergi untuk Kepastian Hukum Pertanahan, Sekda Boltara Buka Rakor Awal GTRA Tahun 2026
Pemkab Boltara Matangkan RKA 2027, Wabup Tekankan Anggaran Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat
Wabup Boltara Buka Bimtek Pencatatan Sipil, Perkuat Sinergitas Penertiban Adminduk
Osco Olfriady Letunggamu Ditetapkan sebagai Konsul Kehormatan Belanda untuk Sulawesi, Kerabat Beri Ucapan Selamat

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:36

Finalisasi SOTK Rampung, Sekda: Pemkab Gorontalo Siap Terapkan Struktur Baru pada Pembahasan APBD 2027

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:30

Bupati dan Wabup Boltara Sampaikan Rancangan KUA-PPAS T.A 2027 di Paripurna DPRD

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:34

Perkuat Sinergi Eksekutif dan Legislatif, Bupati dan Wabup Boltara Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:28

Peringati HA Bupati Boltara Launching SIMPEGDA dan SIDAK ASN, Teken PKS Isbat Nikah Terpadu serta Inovasi RESEPZI

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:48

Sinergi untuk Kepastian Hukum Pertanahan, Sekda Boltara Buka Rakor Awal GTRA Tahun 2026

Berita Terbaru