LIMBOTO, — Kebersihan lingkungan bukan hanya tentang seberapa rutin sampah diangkut, tetapi juga tentang bagaimana setiap orang membangun kebiasaan untuk menjaga dan membuang sampah pada tempatnya.
Hal itu terlihat di sepanjang Jalan Reformasi, Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto, Kamis (13/8/2026).
Di sejumlah titik masih ditemukan tumpukan sampah di tepi jalan, meski pengangkutan oleh petugas kebersihan terus dilakukan secara rutin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan sekitar pukul 10.00 WITA tadi padi,kamis ,(13/8) menunjukkan, aktivitas pembuangan sampah masih terjadi. Seorang pengemudi bentor terlihat berhenti di tepi jalan dan menurunkan beberapa kantong berukuran besar yang diduga berisi sampah rumah tangga.
Tumpukan tersebut kemudian menambah volume sampah yang telah berada di lokasi dan menimbulkan aroma kurang sedap, sehingga sedikit banyak mengurangi kenyamanan masyarakat maupun pengguna jalan.
Menurut masyarakat sekitar, aktivitas membuang sampah di kawasan tersebut tidak hanya terjadi pada siang hari. Pembuangan juga kerap terlihat pada pagi hari, termasuk menjelang atau setelah waktu Subuh, serta pada malam hari setelah Magrib.
Kendaraan yang digunakan pun beragam, mulai dari bentor dan sepeda motor hingga kendaraan pribadi. Kondisi ini membuat asal sampah yang dibuang belum dapat dipastikan seluruhnya berasal dari warga Kelurahan Hutuo, karena kawasan tersebut juga menjadi jalur yang dilalui masyarakat dari berbagai wilayah.
Saat dihubungi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo, Anita Hippy, mengatakan pemerintah daerah melalui DLH terus berupaya memberikan pelayanan kebersihan dengan melakukan pengangkutan sampah secara rutin setiap hari sesuai dengan kemampuan armada dan petugas yang tersedia.
Namun, menurutnya, upaya tersebut akan jauh lebih efektif apabila dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan. Pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan, tetapi hasilnya akan lebih maksimal jika masyarakat ikut menjaga dengan membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan,” ujar Anita.
Ia mengajak masyarakat untuk melihat kebersihan sebagai bagian dari kebiasaan bersama. Sampah yang dibuang sembarangan tidak hanya berdampak pada keindahan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan bau, mengganggu kenyamanan dan berpotensi menjadi persoalan lingkungan apabila terus menumpuk.
“Petugas datang mengangkut sampah, tetapi jangan sampai setelah diangkut kemudian muncul lagi tumpukan baru. Karena itu, kesadaran dari setiap orang sangat penting. Mari kita mulai dari diri sendiri dan keluarga,” katanya.
Anita juga menyampaikan, pemerintah tetap terbuka terhadap kebutuhan penataan fasilitas persampahan, termasuk ketersediaan tempat pembuangan sementara (TPS) yang mudah dijangkau masyarakat. Penataan tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah.
“Kita tentu ingin fasilitas persampahan semakin baik. Tetapi fasilitas saja tidak cukup tanpa kesadaran untuk menggunakannya dengan benar. Kebersihan akan terjaga kalau pemerintah dan masyarakat berjalan bersama,” tegasnya.
Jalan Reformasi dan kawasan lainnya di Kabupaten Gorontalo diharapkan dapat menjadi ruang publik yang bersih, sehat dan nyaman. Pemerintah melalui petugas kebersihan akan terus menjalankan tugas pelayanan, sementara masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan lingkungan yang sudah dibersihkan tetap terjaga.
Pada akhirnya, menjaga kebersihan tidak harus dimulai dari hal besar. Tidak membuang satu kantong sampah sembarangan hari ini adalah langkah sederhana yang berarti bagi kebersihan lingkungan dan kenyamanan bersama.
Penulis : IB











