KERINCI, INTAIEWS.ID– Ratusan tenaga honorer kategori R4 menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Kerinci, Selasa (24/9/2025).
Dalam aksi tersebut, para honorer menuntut kepastian status serta mendesak pemerintah daerah segera mengusulkan pengangkatan mereka sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa pengabdian mereka selama bertahun-tahun sudah selayaknya mendapat perhatian serius dari pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka menuntut adanya kepastian hukum dan peningkatan kesejahteraan, terlebih di tengah kebijakan nasional yang menghapus tenaga honorer.
Aksi tersebut mendapat tanggapan dari pemerintah daerah. Perwakilan massa diterima untuk beraudiensi bersama Wakil Bupati Kerinci, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pimpinan OPD.
Dari hasil pertemuan, Wakil Bupati menyampaikan solusi berupa pengangkatan honorer R4 sebagai PPPK paruh waktu.
Namun, ada beberapa ketentuan yang harus disepakati, yakni tidak menuntut gaji penuh seperti ASN serta tidak memilih instansi penempatan.
Tri Utari, salah satu perwakilan massa aksi, menegaskan bahwa kehadiran mereka murni untuk menyuarakan aspirasi.
“Kami hanya menuntut hak sebagai tenaga honorer yang telah puluhan tahun mengabdi. Selama ini status kami tidak jelas. Melalui aksi ini, kami berharap janji pemerintah untuk mengangkat kami sebagai PPPK paruh waktu benar-benar diwujudkan, bukan sekadar ucapan. Kami tidak menuntut gaji penuh dan tidak akan memilih penempatan dinas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan harapannya agar pemerintah benar-benar mendengar jeritan hati para honorer.
“Kami datang dengan damai, membawa doa dan harapan. Apa yang kami perjuangkan hari ini bukan hanya untuk kami pribadi, tapi juga untuk keluarga kami yang selama ini menggantungkan hidup dari pengabdian ini. Jangan biarkan pengabdian puluhan tahun kami berakhir tanpa kepastian. Kami ingin pemerintah hadir sebagai solusi, bukan sekadar janji,” ungkapnya dengan haru.
Aksi damai ini berlangsung tertib hingga selesai. Para honorer berharap solusi yang ditawarkan pemerintah daerah benar-benar menjadi jalan keluar demi kepastian masa depan mereka.***
Penulis : Harpai
Editor : NB











