BOLA— Timnas U-22 Indonesia harus menerima hasil pahit pada laga pembuka Grup C SEA Games 2025. Skuad Garuda Muda takluk 0-1 dari Filipina di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Senin malam. Satu-satunya gol dalam pertandingan ini dicetak oleh Out Banatao di masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya menit 45+1.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Indonesia dalam upaya menembus babak semifinal.
Pasalnya, hanya juara grup yang berhak lolos otomatis, sementara posisi runner-up masih harus bersaing memperebutkan satu tiket tambahan dari tiga grup yang ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gol Berawal dari Lemparan ke Dalam
Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, menyoroti kelengahan pemainnya dalam mengantisipasi situasi bola mati yang berujung pada gol Filipina. Ia menyebut kesalahan koordinasi pemain menjadi penyebab utama terjadinya kebobolan.
“Sangat disayangkan, gol terjadi dari lemparan ke dalam. Seharusnya sudah diantisipasi, tapi penugasan pemain tidak sesuai dengan yang sudah dilatih. Dalam latihan sudah jelas siapa menjaga siapa,” ujar Indra usai pertandingan.
Kuasai Babak Kedua, Tapi Mandul Gol
Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih menyerang setelah melakukan beberapa perubahan pemain dan formasi. Permainan Garuda Muda terlihat lebih dominan, namun upaya tersebut tidak berbuah hasil. Sejumlah peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol karena penyelesaian akhir yang kurang maksimal.
Tren Negatif di Laga Pembuka Berlanjut
Hasil ini memperpanjang catatan buruk Indonesia setiap kali tampil di laga pembuka SEA Games. Kekalahan dari Filipina menambah daftar hasil tanpa kemenangan di partai perdana, seperti yang pernah terjadi pada edisi 1983, 1985, 1995, 2015, dan 2021.
Dengan hasil ini, Timnas U-22 Indonesia harus segera bangkit di dua laga tersisa fase grup agar peluang melaju ke semifinal tetap terbuka.
Penulis : IB











